Laman

Minggu, 26 Februari 2017

Let Her Go

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast

You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
Cause you loved her too much and you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
And you let her go
Well you let her go

Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go

Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missing home
Only know you love her when you let her go
And you let her go

Compile Java Servlet di Terminal

Untuk bisa mengedit file servlet anda di server tomcat anda harus mengkompile code anda di terminal dengan perintah berikut.
javac -classpath C:\apache-tomcat-7.0.23\lib\servlet-api.jar MyTestServlet.java

Selasa, 14 Februari 2017

Lampu

Berbentuk  tabung panjang dan putih, layaknya sebuah paralon, begitu putih, seperti payudara yang putih. Ah apakah artinya payudara putih, lalu bagaimana dengan botol, tanpa tutup, buat ditutup toh juga tidak ada yang dimasukkin. Aku masih tidak mengerti tentang tv yang terbalik bertuliskan Mulyono, apakah itu berarti Bambang Mulyono, guru yang diidamkan dan sekarang justru memberikan penyakit, tapi apasalah dengan sakit. Bukankah sakit juga merupakan keindahan, ah persetan dengan Nietzsche, aku ini binatang jalang, kok jadi nyambung Chairil Anwar, aku masih tidak tahu apa kaitan chairil anwar dengan Choirul Muttaqin. Apalagi kasusku yang tidak pernah kelar seperti warkop DKI.
Siapa mau orang hidup dalam masalah, tapi aku mau, asal bisa seneng ajah. Ah mana ada orang seneng dapet masalah? Pasti kau tahu kan bahwa orang memang susah dipahami, diri sendiri ajah masih tidak bisa ngurus, mandi jarang, tidur numpang di adik kelas. Akh itu atraksi doang biar dapet memek. Toh aku tidak pernah ketemu dengan memek.

Komentar Kajian Valentine MG: Tentang Cinta dan Eksistenasialisme

Cinta merupakan sebuah solusi dari permasalahan eksistensial terbesar dalam kehidupan manusia, itulah yang diungkapkan oleh Soren Kierkegaard dalam The Work of Love. Eksistensialisme membahas tentang bagaimana paradigma yang dikaitkan dengan ada, atau lebih sering dikenal dalam bahasa filsafat, tentang kajian Ontologi. Lalu apakah ada itu mendahului ide atau tidak saling berkorelasi atau sebagainya?
Dalam kajian yang dilakukan oleh Majalah Ganesha pada tanggal 14 Februari 2017, yang bertepatan dengan dua hari sebelum Aziz Amerul Faozi merayakan ulang tahunnya yang ke 23, ada beragam pertanyaan yang masih membenahi diri saya. Pertama, jika cinta merupakan solusi eksistensial terbesar maka mengapa cinta masih bergantung pada entitas selain cinta, bukankah ada atau sesuatu yang eksis itu muncul dari ketiadaan, atau dengan artian cinta merupakan entitas yang independent dan merupakan sebuah entitas yang akan mempengaruhi entitas dependesi yang lain. Dalam kajian tersebut pembicara menjelaskan cinta muncul dengan alasan atau dalam kajian tersebut dinamakan sebagai “apanya”, yang membentuk struktur cinta. Jean Paul Sartre dalam L’Existence et L’Neant, berujar bahwa ada muncul dari ketiadaan, dari tafsiran dia terhadap Martin Heidegger, yang mecoba menafsirkan bahwa ada muncul begitu saja, dan prosesi tersebut dikenal sebagai Angst. 
Pembicara juga secara tersirat bahwa dalam cinta ada maksud dan tujuan yang terepresentasikan dalam hasrat, tapi hal ini akan menjelaskan bahwa hasrat mendahului cinta. Dalam von Der Maningfachen Bedeutung des Seinden nach Aristotle, Heidegger berujar bahwa, kebenaran tidaklah membutuhkan bukti, dia akan menampakan diri dan menginterpretasikannya sendiri, adalah lebih bijak untuk membiarkan kebenaran menampakan dirinya sendiri, dari dirinya melalui dirinya. Dan tidak ada kaitan antara bukti dengan kebenaran menurut Heidegger, dan jika kebenaran membutuhkan bukti maka kebenaran tersebut disebut dekaden terhadap bukti, atau dalam bahasa saya disebut sebagai “mengada-ada”, karena adanya bergantung pada sesuatu.
Tetang teori cinta yang dibahas oleh bapak pembicara, menurut Martin Heidegger, bahwasanya kalaupun kita berusaha untuk mencari beragam framework untuk menjelaskan ada, kita tidak akan sampai memahai ada, lalu mengapa kita tidak membahas tentang ketiadaan. Begitu pula cinta, apakah beragam framework tentang cinta yang telah disampaikan oleh bapak pembicara, telah menyempitkan cinta itu sendiri?
Tentang subjek dan object dalam cinta. Dalam Fihi ma fihi, fathul rabbani, al-hikam yang mencoba bekspresi dalam puisi. Cinta berarti bentuk lenyapnya diri seorang pencinta dalam entitas yang dicintai, dari sini tidak ada subjek dan objek. Dalam hermeneutika Heidegger, proses Dasein “Ada disana” berarti dia berada menyatu disana, jika ada kerangka subjek dan objek berarti kondisi itu dalam ranah prareflektif, dan ini berada dalam domain epistemologi maupun aksiologi, sehingga pembahasan tersebut tidak bisa dijadikan cinta sebagai solusi eksistensial, apalagi terbesar.
Tentang makna aku dan kamu, seperti yang tertulis dalam Cukup karya Voldemort (yang kau tahu namanya tapi tidak boleh disebut : lihat daftar pustaka indeks ke 1). Voldemort menjelaskan bahwa “Hidup ini tentang aku, bukan tentang aku dan kamu”, dari sini kita akan belajar, bahwa dalam cinta, kamu dan aku telah melebur manjadi aku. Dalam kondisi ini tidak ada kerangka, dan tidak ada apa-apa, atau berarti nihil secara mutlak (Tiada secara final), atau seperti yang diungkapkan dalam beragam puisi persia sebagai bentuk kefanaan kamu dalam aku, dimana entitas individu telah lenyap dan menyatu dalam kerangka universal dan ketiadaan sekaligus.

Daftar Pustaka :

  1. Kusumawardhani, Intan. 2016. “Cukup”. Bandung : http://jalanberbunga.tumblr.com/post/142348367043/cukup
  2. Kierkegaard, Soren. -. “The Work of Love.”
  3. Rumi, Jalaludin. -. “Fihi ma Fihi.”
  4. Heidegger Martin. - .”Von Der Maningfachen Bedeutung des Seinden Nach Aristoteles.”
  5. Heidegger Marting. -. “Sein und Zeit”
  6. Sartre, Jean Paul. -.”L’etre et L’ neant”