Laman

Rabu, 16 September 2020

Pandangan Kierkegaard tentang Socrates dan Releavansi pada Kehidupan Modern

Kierkegaard memandang bahwa kebenaran bukan sesuatu yang ada diluar diri kita, pandangan ini merupakan persetujuan Kierkegaard akan Socrates. Kierkegaard meyakini bahwa tidak ada kebenaran objective. Kebenaran sebenarnya muncul secara subjective. Dia mulai mengembangkan bahwa pandangan Descartes tentang "Aku ragu maka ada." dan menyetujuinya, merupakan asal muasal kebenaran itu sendiri. Seperti halnya Daimon nya Socrates, bahwasanya kebenaran itu ditemukan dalam kebebasan subjective.

Relevansi dengan Kehidupan Modern

Kehidupan modern memberikan kita kesempatan untuk bisa melihat beragam fenomena dengan cenderung mekanis. Dahulu orang meyakini bahwa hujan dibentuk oleh keyakinan bahwa para dewa yang menciptakan hujan, sekarang orang menyakini bahwa peristiwa hujan adalah proses alami yang bisa dijelaskan secara mekanis. Dan kebenaran berada terlepas dari individu, alias kebenaran memang seperti itu tanpa persetujuan dari dalam pengamat. Kebenaran ada diluar dari dalam diri manusia. 

Semakin seiringnya kemajuan teknologi, hal-hal yang dogmatis menjadi terlihat dalam sains. Walaupun sekarang sains juga menjadi sesuatu yang dogmatis juga. Dengan logika yang ketat teknologi mampu menjelaskan tentang segala macam kebenaran. Bahkan ilmu tentang manusia dan psikologinya sekalipun. Kebenaran berada dalam kerangka dluar manusia, atau yang sering kita pahami sebagai kebenaran objective.

 Jika semua kebenaran terjadi dalam kerangka objective maka pertanyaan muncul "Apakah kebenaran subjective sebenarnya tidak ada?". Mungkinkah tentang ketidak pastian Heisenberg bisa membantu? Mungkin, yang paling jelas untuk menjelaskannya adalah Heidegger, dia melihat bahwa kebenaran adalah sebuah ketersingkapan "aletheia" dari "sang Ada", yang artinya subjective. Setelah itu kebenaran itu diinterpretasikan. 

Kesadaran mungkin merupakakan kata yang bagus untuk menunjukan kerelevanan pandangan Kierkegaard atas kebenaran subjective. Dalam era modern kita akan melihat bahwa kesadaran manusia menentukan fungsi dari beragam macam alat. Pisau untuk memotong, bisa jadi digunakan untuk bersenggama. Kebenaran akan selalu relatif tergantung dari kesadaran yang dibawa.