Sabtu, 19 Maret 2016
Resume Apache2
Aku coba memahami buku Steven Schafer halaman 102 dan memiliki kendala saat Aku berusaha menyeting password untuk folder rahasia di server http saya. Setelah aku googling aku dapat link di bawah ini.
Setting Password Folder
Untuk instalasi menggunakan server apache2 file httpd.conf tidak ditemukan, namun ada file apache2.conf dalam folder /etc/apache2/. File tersebut mirip dengan file httpd.conf, jika kamu mencoba untuk menginstall server httpd dan bukannya apache2.
Minggu, 13 Maret 2016
Lelaki Lemah#17 : Dilema sang Kaisar
Aku membuat diriku menelan racun yang mematikan. Tapi tak tahu sekarang aku justru lebih kuat dari yang sebelumnya. Racun ini menjalar ke seluruh tubuh hingga jantungku, tapi aku tidak merasakan sakit dalam jiwaku. Betapa menggairahkan racun yang telah aku teguk. Aku tahu kematian adalah kepastian dari sang Maha Pencinta yang mencitaiku tanpa kenal lelah. Aku ini lelaki yang tidak tahu diri, sengaja menelan racun yang mematikan hanya untuk membuktikan bahwa sang Pencinta masih memiliki Cintanya. ha ha ha. Aku tidak begitu mengerti ini apa ? Tapi setidaknya aku telah mengetahui bahwa cinta dari sang Pencinta memang tidak pernah habis.
Rabu, 09 Maret 2016
Takut Homo
Setelah malam pernikahan tidak mendapat jatah malam. Keesokan harinya aku membaca buku karya Nietchze. Tiba-tiba Intan datang menghampiriku.
"Pah, kenapa papah mau nikah sama aku sih?"
"Gimana yah ma? ", aku berfikir. "Di kampus banyak LGBT, lah aku takut jadi korban fitnah, terus dikira LGBT, makanya aku lamar mamah."
"Jadi papah nikah sama aku karena takut dikira homo?"
"Iyah . . " berfikir "eh enggak ding mah. Mamah kan cantik." berusaha meyakinkan Intan.
"Okeh papah malam ini juga gak dapat jatah malam lagi."
"Egkk . . " sesaat aku menjadi patung.
Ngajarin Anak
Hari ini aku dimarahi Intan karena aku kurang memberikan pendidikan kepada anak kami. Tiba tiba anakku mendekatiku
"Papah itu apa yah pah ?", sambil menunjuk ke arah mulutku yang sedang merokok.
"Oh ini, ini adalah materi yang sedang mengalami reaksi eksoterm. Agar reaksi berjalan dengan lancar, maka diperlukan udara yang cukup. Maka supaya reaksinya berjalan dengan lancar papah menghisapnya. Cara menghisapnya dalah dengan mengurangi tekanan dalam mulut papah agar udara dari luar yang tekanannya lebih tinggi bisa mengalir ke materi ini dan masuk ke dalam mulut papah, dengan begitu materi ini mengalami reaksi eksotermik yang baik, dan akan mengubah karbon dalam materi ini menjadi karbon dioksida."
"Oh gitu yah pah? Papah keren.", kata dede keras dan penuh dengan kekaguman. Suara itu terdengar oleh Intan, dan langsung menghampiriku.
"Papah ngajarin gak bener ke anak kita, ihhhh." mukanya cemberut cantik.
"Lah mah..", sambil melihat anakku, "coba dek, papah ngajarin apa ke kamu?"
"Itu ma, itu adalah materi yang sedang mengalami reaksi eksoterm.
Agar reaksi berjalan dengan lancar, maka diperlukan udara yang cukup.
Maka supaya reaksinya berjalan dengan lancar papah menghisapnya. Cara
menghisapnya dalah dengan mengurangi tekanan dalam mulut papah agar
udara dari luar yang tekanannya lebih tinggi bisa mengalir ke materi ini
dan masuk ke dalam mulut papah, dengan begitu materi ini mengalami
reaksi eksotermik yang baik, dan akan mengubah karbon dalam materi ini
menjadi karbon dioksida. Keren gak ma?" anakku menjelaskan ke Intan
"Apanya yang keren? Papah gak dapat jatah malam lagi.", lagi-lagi cemberut manis.
"Eh mah."
Senin, 07 Maret 2016
Malam Pernikahan
Hari ini malam pernikahan ku, aku masih tidak mengerti walau setelah beragam cara aku untuk menikahi Intan, namun setelah aku benar-benar pasrah, Intan justru mengajakku menikah. Resepsinya tadi pagi, seperti biasa kali ini aku duduk di teras rumah sambil membaca buku. Intan tiba-tiba datang menyambar laksana guntur di musim kemarau.
"Pah, aku ini dokter, masa aku punya suami perokok."
"Justru itu mah, Tuhan begitu baik. Dia mengirimkan aku istri seorang dokter, agar sewaktu aku sakit, aku tidak perlu mengeluarkan uang buat biaya kesehatan, lah uangnya bisa ditabung buat beli rokok."
"Ih, pah. Enak di papah gak enak di aku." (Dengan wajah cemberutnya tapi terlihat cantik)
"Kalau itu sih tergantung mamah menyikapinya. Justru punya suami perokok itu adalah kenikmatan buat dokter. Jadi mamah gak perlu nyari orang sakit, tinggal sama aku ajah he he he."
"Hmmm, papah gak dapet jatah malem." (Memalingkan muka lalu pergi kekamar lalu menguncinya)
"Eh, mah, santai-santai." (Sambil mengetuk pintu)
"Eh, mah, santai-santai." (Sambil mengetuk pintu)
Kamis, 03 Maret 2016
Oh Intan
Oh Intan, betapa engkau mencintaiku. Aku malu padamu, yang cintaku padamu hanya sekedar lamaran saja. Kau menolak lamaranku, agar aku bisa fokus kuliah, oh betapa besar cintamu padaku Tan. Tak kan ku sia-siakan cintamu itu padaku. Tenang saja Tan aku sekarang membaca buku 3 buku perminggu, sampai sampai materi kuliah hampir selesai semua. Aku tidak tahu kenapa engkau mencintaiku begitu dalam, sekarang kau diam saja tak pernah menjawab smsku, aku tahu betapa pedulinya kau padaku sehingga tidak membiarkanku memikirkan diriku sendiri. Oh Intan aku begitu terharu akan cintamu padaku, akan ku doakan semoga cintamu padaku tidak sia-sia, semoga Tuhan mengabulkan permohonanmu untuk menjadi istriku.
Banyak elaki diluar sana yang mencoba untuk melindungimu, namun cintamu padaku tidak tergoyahkan sedikitpun. Mengapa oh Intan? Semoga cintamu padamu tidak menyakitimu, sekali lagi aku doakan semoga doamu untuk menjadi istriku tidak sia-sia. Oh jahatnya aku, aku dengar kakak mentormu yang, nyariin aku karena kamu gak mau Ko As di Bandung, Tan tenang saja dimana pun kamu berada bukankah aku selalu dihatimu.
Selasa, 01 Maret 2016
Metode Pembuktian Tuhan oleh Nietchze
Unik memang mengkaji tulisan dari Fredrich Nietchze, dimana kita sering mendengar bahwa Nietchze adalah seorang yang Ateis, namun metode dekonstruksi yang amoralisnya akan bisa kita rasakan manfaatnya. Sebelumnya kebanyakan orang memperlakukan Tuhan sebagai budak atas diri kita, kita memohon padanya dengan segala hal, agar Tuhan mau memberikan kehendaknya untuk memenuhi keinginan kita. Hal ini membuat Tuhan tidak begitu berarti dalam diri kita. Tulisan dalam karya Fredrich Nietzche, akan membawa kita kesadaran bahwa diri kita bukanlah apa-apa.
Dalam Zaratustra karya Nietchze, dia menuliskan bahwa "Kalian belum mengetahui diri kalian, tapi kalian sudah mengikuti aku. Itulah sebabnya aku tidak begitu berarti. Tolaklah aku semampumu, dan aku akan kembali kepadamu.", aku disini menurut penafsiran saya adalah firman Tuhan yang berhasil dibaca oleh Fredrich Nietchze. Kita tahu bahwa seberapapun kita mencoba untuk menolak Tuhan, kita akan tetap tidak mampu untuk melakukannya, karena Tuhan adalah Esensi dari kita. Seperti dalam ayat Al Qur'an, Innalilahi wa inalilahi ro'jiun. Dari Allah kita berasal dan hanya kepadanya kita akan kembali, itulah menurut penafsiran saya.
Berkaitan dengan tulisan Zaratustra karya Fredrich Nietchze, metode untuk mencoba mendekati Tuhan yang di tuliskan oleh Nietchze cenderung dekonstruktif. Namun, ketika kita mencoba membaca Tulisan Derida tentang hermeneutika, metode memahami sesuatu bisa dilakukan dengan melakukan dekonstruksi pada teks, teks disini bisa kita analogikan sebagai Tuhan yang kita coba dekati. Teks memang memiliki hak otonom yang boleh ditafsirkan bisa berbeda oleh masing masing pembaca, namun kita hanya akan mengetahui makna terdalam dari sebuah teks ketika kita mencoba memahami isi teks tersebut.
Tuhan pernah berfirman, yang saya ingat dalam karya Jalaludin Rumi dalam kita fihi ma fihi. "Seberapun tentara yang akan kau bawa, jika aku tidak menghendaki kemenangan dalam sebuah pertempuran, maka kau takkan menang." Hal ini merupakan konstruksi mutlak dari Tuhan, namun jika kita membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari, kita lakukan dekonstruksi seperti apa yang Nietchze lakukan, kita akan memahami teks Tuhan dengan lebih subtil.
Langganan:
Komentar (Atom)