Oh Intan, betapa engkau mencintaiku. Aku malu padamu, yang cintaku padamu hanya sekedar lamaran saja. Kau menolak lamaranku, agar aku bisa fokus kuliah, oh betapa besar cintamu padaku Tan. Tak kan ku sia-siakan cintamu itu padaku. Tenang saja Tan aku sekarang membaca buku 3 buku perminggu, sampai sampai materi kuliah hampir selesai semua. Aku tidak tahu kenapa engkau mencintaiku begitu dalam, sekarang kau diam saja tak pernah menjawab smsku, aku tahu betapa pedulinya kau padaku sehingga tidak membiarkanku memikirkan diriku sendiri. Oh Intan aku begitu terharu akan cintamu padaku, akan ku doakan semoga cintamu padaku tidak sia-sia, semoga Tuhan mengabulkan permohonanmu untuk menjadi istriku.
Banyak elaki diluar sana yang mencoba untuk melindungimu, namun cintamu padaku tidak tergoyahkan sedikitpun. Mengapa oh Intan? Semoga cintamu padamu tidak menyakitimu, sekali lagi aku doakan semoga doamu untuk menjadi istriku tidak sia-sia. Oh jahatnya aku, aku dengar kakak mentormu yang, nyariin aku karena kamu gak mau Ko As di Bandung, Tan tenang saja dimana pun kamu berada bukankah aku selalu dihatimu.