Aku menyukaimu yang sekarang. Aku lebih suka
sikapmu yang memukulku, karena kita teman. Aku selalu ingin berkata
padamu bahwa jangan pernah kasihan kepadaku. Aku tidak suka dibelas
kasiani, dan bukankah pukulan itu juga membuatmu puas. Aku lebih suka
engkau bersikap tegas dan jujur ketimbang belas kasihan yang kau
tunjukan. Kau lupa, bukankah kita kita telah berhubungan
bertahun-tahun, dan bahwa aku bukanlah orang yang selalu ingin
diperlakukan seperti orang terhormat. Aku hanya ingin hubungan kita
dibangun atas dasar kejujuran. Tak masalah jika kau mengambil
nyawaku, ini adalah resiko. Aku hanyalah orang yang ingin
menelanjangi kebenaran, aku hanya ingin melihat sesuatu secara lebih
terang, dan ini menggaggumu, sudah akhiri belas kasihanmu dan aku
bisa berjalan dengan tenang, dengan kebenaran bahwa ini memang sudah
ditakdirkan dalam proses yang lebih transparan.