Laman

Sabtu, 14 Januari 2017

Filsafat Cinta 2 : Stochastic Cinta 1


Dalam statistika dikenal beragam analisa, dari analisa deterministik hingga analisa stokastik. Deterministik akan mudah kita perhitungkan ketika kejadian pasti muncul. Lalu bagaimana dengan yang tidak pasti. Dalam analisa stokastik kita mengenal beragam variable seperti deviasi, auto korelasi, atau distribusi peluang. Lalu mengapa saya mengangkat kasus matematika ini dalam percintaan?
Cinta masih menjadi salah satu penyebab dari beragam konflik? Tapi jika memang benar apa yang dikatakan Kierkegaard bahwa cinta merupakan metode komunikasi methaphoris yang berada pada ranah relijius, dan bukankah dalam relijius kita akan memahami bahwa segala sesuatu memiliki sebuah ruh yang sama, dan dengan kesamaan ini, bukankah mereka tidak akan bisa saling berkonflik.
Ketika selakangan masih dikorelasikan dengan cinta, maka pacaran, gebetan bahkan matrimoni sekalipun tidak akan pernah sampai pada kesadaran ontologis tentang makna cinta. Karena baik pacaran, gebetan bahkan matrimoni sekalipun dibentuk atas intensionalitas kelamin. Ketika kita mengharap cinta melalui jalur pacaran, gebetan bahkan matrimoni, hal ini merupakan kegagalan dalam berfikir. Andai kata anda ingin dicintai secara tulus, jika benar menurut Fyodor Dosto, bahwa cinta adalah metode melihat tuhan melalui yang dicintai, maka apakah tindakan itu menyimpang dari tujuan berkomunikasi dengan Tuhan, tapi menatap selakangan.
Kata Kierkegaard, cinta merupakan eksistensialisme terbesar, dengan cinta seseorang akan melihat emas sebagai debu, dan debu menjadi emas, seperti itulah kata Jalaludin Rumi. Dengan cinta segala hal bisa dinihilkkan, seperti halnya emas dan debu yang berbobot sama bagi pecinta.
Tuhan yang bisa dilihat oleh seorang pecinta, karena memang butuh cinta untuk bisa melihat tuhan. Tapi kenapa masih masalah selakangan, seperti gebetan, pacaran, bahkan matrimoni pernikahan masih dikaitkan dengan cinta.
Dunia ini memang penuh dengan orang yang sok tahu, mungkin saya juga termasuk. Orang akan lebih mendengar dari apa yang dia hormati. Tapi bagaimana tentang makna kejujuran itu sendiri? Cinta adalah kejujuran, sebuah representasi dari isi hati yang terejawantahkan melalui sikap, bisa dengan memberi bunga, atau hubungan seks sekalipun.
Cinta bukanlah pengorbanan, cinta adalah bentuk kefanaan sang pencinta atas eksistensi yang dicintai. Bagaimana Sesuatu yang telah fana’ masih bisa berkorban.