Dalam statistika dikenal beragam analisa, dari
analisa deterministik hingga analisa stokastik. Deterministik akan
mudah kita perhitungkan ketika kejadian pasti muncul. Lalu bagaimana
dengan yang tidak pasti. Dalam analisa stokastik kita mengenal
beragam variable seperti deviasi, auto korelasi, atau distribusi
peluang. Lalu mengapa saya mengangkat kasus matematika ini dalam
percintaan?
Cinta masih menjadi salah satu penyebab dari
beragam konflik? Tapi jika memang benar apa yang dikatakan
Kierkegaard bahwa cinta merupakan metode komunikasi methaphoris yang
berada pada ranah relijius, dan bukankah dalam relijius kita akan
memahami bahwa segala sesuatu memiliki sebuah ruh yang sama, dan
dengan kesamaan ini, bukankah mereka tidak akan bisa saling
berkonflik.
Ketika selakangan masih dikorelasikan dengan
cinta, maka pacaran, gebetan bahkan matrimoni sekalipun tidak akan
pernah sampai pada kesadaran ontologis tentang makna cinta. Karena
baik pacaran, gebetan bahkan matrimoni sekalipun dibentuk atas
intensionalitas kelamin. Ketika kita mengharap cinta melalui jalur
pacaran, gebetan bahkan matrimoni, hal ini merupakan kegagalan dalam
berfikir. Andai kata anda ingin dicintai secara tulus, jika benar
menurut Fyodor Dosto, bahwa cinta adalah metode melihat tuhan melalui
yang dicintai, maka apakah tindakan itu menyimpang dari tujuan
berkomunikasi dengan Tuhan, tapi menatap selakangan.
Kata Kierkegaard, cinta merupakan eksistensialisme
terbesar, dengan cinta seseorang akan melihat emas sebagai debu, dan
debu menjadi emas, seperti itulah kata Jalaludin Rumi. Dengan cinta
segala hal bisa dinihilkkan, seperti halnya emas dan debu yang
berbobot sama bagi pecinta.
Tuhan yang bisa dilihat oleh seorang pecinta,
karena memang butuh cinta untuk bisa melihat tuhan. Tapi kenapa masih
masalah selakangan, seperti gebetan, pacaran, bahkan matrimoni
pernikahan masih dikaitkan dengan cinta.
Dunia ini memang penuh dengan orang yang sok tahu,
mungkin saya juga termasuk. Orang akan lebih mendengar dari apa yang
dia hormati. Tapi bagaimana tentang makna kejujuran itu sendiri?
Cinta adalah kejujuran, sebuah representasi dari isi hati yang
terejawantahkan melalui sikap, bisa dengan memberi bunga, atau
hubungan seks sekalipun.
Cinta bukanlah
pengorbanan, cinta adalah bentuk kefanaan sang pencinta atas
eksistensi yang dicintai. Bagaimana Sesuatu yang telah fana’ masih
bisa berkorban.