Hai Kau, Aziz Amerul Faozi. Mengapa engkau masih
pada pendirianmu? Ketika segalanya memusuhimu. Ketika kehidupan
bahkan masih memberimu kesialan yang tidak perlu. Ketika takdir tak
membawamu pada kemanisan hidup? Ketika kehidupan tak menghargai
kejujuran? Ketika kehidupan tak mampu lagi bersikap adil pada
realitas jujur dan bohong. Ketika kehidupan tak mampu lagi mendengar
apa makna dari sebuah ketiadaan?
Apa yang ada dalam hatimu hingga engkau masih
tetap setia pada api yang membakarmu? Kau tidak mengerti segala telah
berubah dengan waktu, ketika segala surgawi telah menggerogoti
kejujuran pada hati mereka. Ketika hasrat telah merubah mereka
menjadi seorang penipu? Ketika berhala emas, memek dan kekuasaan
telah menjadikan mereka tak mampu lagi menjadi diri mereka sendiri.
Aku sangat mengenal
manusia, dan kau tidak seperti mereka? Siapa kau, dari mana asalmu?
Mengapa kau begitu berani? Mengapa engkau tetap teguh dalam dunia
yang penuh kepalsuan ini. Aku hanya ingin kaulah yang mendampingi
hidupku hingga terang akan terbukti terang, hingga gelap terbukti
gelap, walau aku tahu andai semua terbukti maupun tidak engkau
tetaplah sama, sama seperti dirimu sekarang.