Laman

Sabtu, 14 Januari 2017

Melamar Diri Sendiri


Hai Kau, Aziz Amerul Faozi. Mengapa engkau masih pada pendirianmu? Ketika segalanya memusuhimu. Ketika kehidupan bahkan masih memberimu kesialan yang tidak perlu. Ketika takdir tak membawamu pada kemanisan hidup? Ketika kehidupan tak menghargai kejujuran? Ketika kehidupan tak mampu lagi bersikap adil pada realitas jujur dan bohong. Ketika kehidupan tak mampu lagi mendengar apa makna dari sebuah ketiadaan?
Apa yang ada dalam hatimu hingga engkau masih tetap setia pada api yang membakarmu? Kau tidak mengerti segala telah berubah dengan waktu, ketika segala surgawi telah menggerogoti kejujuran pada hati mereka. Ketika hasrat telah merubah mereka menjadi seorang penipu? Ketika berhala emas, memek dan kekuasaan telah menjadikan mereka tak mampu lagi menjadi diri mereka sendiri.
Aku sangat mengenal manusia, dan kau tidak seperti mereka? Siapa kau, dari mana asalmu? Mengapa kau begitu berani? Mengapa engkau tetap teguh dalam dunia yang penuh kepalsuan ini. Aku hanya ingin kaulah yang mendampingi hidupku hingga terang akan terbukti terang, hingga gelap terbukti gelap, walau aku tahu andai semua terbukti maupun tidak engkau tetaplah sama, sama seperti dirimu sekarang.