Laman

Selasa, 10 November 2015

Dialektika Tuhan

Fungsi Bessel

Masih berfikir bahwa Tuhan itu milik orang arab lantaran kitab al-Qur’an yang tekstual ditulis dalam bahasa Arab. Tunggu dulu, kalau di al-Quran sendiri dijelaskan bahwa bahasa arab dibuat agar al-Qur’an lebih mudah dipahami.

Kalau menurut filsuf Jerman, Heiddeger, manusia ada di dunia karena adanya keterlemparan, lah dalam keterlemparan tersebut manusia mengalami banyak kegelisahaan karena banyak nya “Chaos” di dunia ini. Tuhan menuntun kita untuk bisa memahami “Harmony” dalam “Chaos” tersebut. Itulah dugaan saya, yang melatar belakangi Nabi Muhammad untuk ber-Uzlah di gua Hira, tujuannya adalah mencari “Harmony” kehidupan dalam “Chaos” dalam kehidupan orang arab waktu dahulu. Dengan turunnya wahyu yang secara berangsur banyak hukum suci yang ditegakkan yang disebut sebagai syariah waktu itu. Tujuannya adalah untuk mencapai “Harmony of Live”, namun yang menarik dari kejadian itu adalah wahyu yang turun kepada Rosululoh SAW, membuat saya berargument bahwa sebenarnya Tuhan tidak berdialektika dengan Rosululoh dalam Bahasa Arab, namun dalam bahasa Matematika.

Dalam kehidupan ini banyak sekali yang tidak teratur, hal ini mengikuti hukum ketidak teraturan, namun matematika mencoba menemukan pola-pola dari ketidak teraturan tersebut. Hal ini menunjukan bahwa ada yang selalu tetap, kalau boleh saya sebutkan itu disebut sebagai Roh Ketuhanan, jadi sebenernya Tuhan memang ada dan dia memang tersebunyi, dengan menggunkan Matematika kita akan bisa mendengar bagaimana Tuhan ingin berbicara.


Bahasa Matematika, iyah, itu terdengar aneh ditelinga karena mungkin kita berfikir bahwa Matematika itu ilmu IPA ataupun Sains, namun kali ini saya akan menampilkan bahwa  Matematika adalah sebuah bahasa, bahasa untuk menyampaikan kejadian alam sekitar kita. Benar sekali jika Tuhan berbicara dalam bahasa matematika, maka Tuhan pastilah bukan monopoli orang Arab. Dia ingin berbicara dengan kita melalui dialektikanya, seperti contoh : “Kita berdosa maka kita masuk neraka.”, itu adalah konsep matematika yang disebut sebagai implikasi. Atau benda yang dilemparkan ke atas akan kembali jatuh ke bawah , itu juga merupakan  bahasa Matematika, jadi Matematika adalah bahasa yang bisa membuat kita berkomunikasi dengan Tuhan.