Laman

Sabtu, 14 November 2015

Satunya Rukun Iman

Mountain View
Rukun Iman


Abstract

Dalam ajaran fikih kita sering mendengar istilah rukun iman dan rukun islam. Dalam rukun Iman ada 6 yang patut kita imani, yaitu iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada Al-Quran, iman kepada Rosul, iman kepada hari akhir, serta iman kepada qodlo dan qodal. Namun dalam tulisan saya kali ini saya akan menjalaskan tentang konsep kemanunggalan nilai keimanan yang telah kita pahami. 

Dasar Teori

Dalam konteks yang akan kita bahas pada tulisan ini, kita akan lebih memahami apa yang akan kita tulis dengan kita memahami konteks Substansi dan Aksiden.
  • Substansi
Dalam KBBI, substansi berarti  1 watak yang sebenarnya dari sesuatu; isi; pokok; inti; 2 unsur; zat: pembakaran terjadi sebagai hasil persenyawaan sebuah -- dengan oksigen; dalam konferensi akan dihimpun -- masalah yang akan kita bicarakan dalam pertemuan tingkat tinggi mendatang; 3 kekayaan; harta: pikiran itu merupakan -- yang tidak kelihatan4 Ling medium yang dipakai untuk mengungkapkan bahasa
  • Insiden
insiden/in·si·den/ /insidén/ n peristiwa (khususnya yang kurang penting dalam hubungannya dengan peristiwa lainnya yang lebih besar); kejadian

Substansi maupun insiden merupakan hal yang penting untuk bisa menelahah tulisan yang akan kita bahas dalam tulisan ini.

  • Eksistensi

Menurut Heiddeger, konsep tentang "pengada" dan "ada", akan sangat membantu menjelaskan apa yang akan saya tulis kali ini. Kalo menurut Bang Choirul, yang disebut "Ada", adalah dia yang menampakan dirinya melalui dirinya sendiri. Maksudnya adanya dia merupakan dia yang muncul dari dirinya bukan karena kebergantungan akan sesuatu yang lain. Untuk bisa memahami lebih tentang wujud yang dijelaskan dalam pengajian Kitab Tijan ad Darrori karya Syaih Bajuri yang pernah saya ikuti. Wujud dibagi menjadi 3 yaitu :
1.     Wujud Idlofi, yaitu wujudnya sesuatu bersandar kepada yang lain, seperti adanya malam karena adanya siang.
2.     Wujud ‘Aridli, yaitu adanya sesuatu didahului dengan tidak ada, seperti wujudnya alam semesta.
3.     Wujud Dzati/Wujud Haqiqi, ialah wujudnya sesuatu tidak bersandar kepada yang lain dan tidak didahului dengan tidak ada, yakni wujudnya Allah SWT.

dari konsep eksistensi yang telah saya tulisakan di atas, yang dimaksudkan sebagai "Ada" adalah apa yang telah dijelaskan pada point yang ketiga. Sedangkan point yang 1 dan 2 adalah point yang menunjukan "ada" sebagai kebergantungan pada "pengada".

Isi 

Saat kita menelaah tentang rukun iman yang dipaparkan oleh Nabi Muhammad SAW saat perjumpaan dengan malaikat Jibril, yang dikenal sebagai hadist jibril. Ada rukun 6 rukun iman yang telah kita ketahui. Namun 5 rukun iman yang terakhir. Bukanlah sesuatu yang ada maksudnya adanya rukun 5 terakhir karena bergantungnya nya rukun iman tersebut pada rukun islam pertama. 

Kesimpulan

Adanya Malaikat, adanya Al-Qur'an, Nabi, Takdir, maupun Surga Neraka, merupakan aksiden dari sifat iradhat(berkehandak) dari Allah. Jadi Tuhanilah yang "Ada". Jadikanlah iman kepada rukun iman 5 yang terakhir sebagai tajali(representasi) pada rukun iman yang pertama.