![]() |
| Rukun Iman |
Abstract
Dalam ajaran fikih kita sering mendengar istilah rukun iman dan rukun
islam. Dalam rukun Iman ada 6 yang patut kita imani, yaitu iman kepada Allah,
iman kepada Malaikat, iman kepada Al-Quran, iman kepada Rosul, iman kepada hari
akhir, serta iman kepada qodlo dan qodal. Namun dalam tulisan saya kali ini
saya akan menjalaskan tentang konsep kemanunggalan nilai keimanan yang telah
kita pahami.
Dasar Teori
Dalam konteks yang akan kita bahas pada tulisan ini, kita akan lebih
memahami apa yang akan kita tulis dengan kita memahami konteks Substansi dan Aksiden.
- Substansi
Dalam KBBI, substansi berarti 1 watak
yang sebenarnya dari sesuatu; isi; pokok; inti; 2 unsur;
zat: pembakaran terjadi sebagai hasil persenyawaan sebuah
-- dengan oksigen; dalam konferensi akan
dihimpun -- masalah yang akan kita bicarakan dalam pertemuan tingkat tinggi
mendatang; 3 kekayaan;
harta: pikiran itu merupakan -- yang tidak kelihatan; 4 Ling medium
yang dipakai untuk mengungkapkan bahasa
- Insiden
insiden/in·si·den/ /insidén/ n peristiwa
(khususnya yang kurang penting dalam hubungannya dengan peristiwa lainnya yang
lebih besar); kejadian
Substansi maupun insiden merupakan hal yang penting untuk bisa menelahah
tulisan yang akan kita bahas dalam tulisan ini.
- Eksistensi
Menurut Heiddeger, konsep tentang "pengada" dan "ada",
akan sangat membantu menjelaskan apa yang akan saya tulis kali ini. Kalo
menurut Bang Choirul, yang disebut "Ada", adalah dia yang
menampakan dirinya melalui dirinya sendiri. Maksudnya adanya dia merupakan
dia yang muncul dari dirinya bukan karena kebergantungan akan sesuatu yang
lain. Untuk bisa memahami lebih tentang wujud yang dijelaskan dalam pengajian
Kitab Tijan ad Darrori karya Syaih Bajuri yang pernah saya ikuti. Wujud dibagi
menjadi 3 yaitu :
1. Wujud
Idlofi, yaitu wujudnya sesuatu bersandar kepada yang lain, seperti adanya malam
karena adanya siang.
2. Wujud
‘Aridli, yaitu adanya sesuatu didahului dengan tidak ada, seperti wujudnya alam
semesta.
3. Wujud
Dzati/Wujud Haqiqi, ialah wujudnya sesuatu tidak bersandar kepada yang lain dan
tidak didahului dengan tidak ada, yakni wujudnya Allah SWT.
dari konsep eksistensi yang telah saya tulisakan di atas, yang dimaksudkan
sebagai "Ada" adalah apa yang telah dijelaskan pada point yang
ketiga. Sedangkan point yang 1 dan 2 adalah point yang menunjukan
"ada" sebagai kebergantungan pada "pengada".
Isi
Saat kita menelaah tentang rukun iman yang dipaparkan oleh Nabi Muhammad
SAW saat perjumpaan dengan malaikat Jibril, yang dikenal sebagai hadist jibril.
Ada rukun 6 rukun iman yang telah kita ketahui. Namun 5 rukun iman yang
terakhir. Bukanlah sesuatu yang ada maksudnya adanya rukun 5 terakhir karena
bergantungnya nya rukun iman tersebut pada rukun islam pertama.
Kesimpulan
Adanya Malaikat, adanya Al-Qur'an, Nabi, Takdir, maupun Surga Neraka,
merupakan aksiden dari sifat iradhat(berkehandak) dari Allah. Jadi Tuhanilah
yang "Ada". Jadikanlah iman kepada rukun iman 5 yang terakhir sebagai
tajali(representasi) pada rukun iman yang pertama.
