Laman

Minggu, 28 Februari 2016

Catatan Malam

Malam ini aku terlalu jenuh untuk belajar padahal saya baru menyelesaikan 30 halaman buku Ziemer Princip of Communication. Saya mencoba mendendangkan lagu galau karya kerispatih yang judulnya lagu rindu tapi sepertinya kurang bisa mengurangi kejenuhan saya, dan saya sekarang saya mencoba menulis di blog ini. Sambil merokok saya masih mencoba mengurangi kejenuhan saya akibat belajar. Jantung saya mulai berdebar kencang, aku tidak tahu apakah aktifitas kurang sehat saya mempengaruhi fisik saya saya tidak tahu tapi saya akan mendendangkan lagi puisi saya. Mengapa aku begitu pintar. tapi males juga deh, tidur saja apa yah? Inilah tulisan saya yang tidak begitu berarti. Catatan malam mengatasi kejenuhan, jelas banget sih kalau tulisan ini tidak teratur. Iyah, otakku benar-benar kosong dalam menulis ini, ehm atau coba sholat yah. mungkin itu bisa mengurangi kejenuhan saya akibat belajar. Boleh dicoba sih.

Sebelum aku beranjak mengatasi kejenuhanku aku membaca tulisan di https://twitter.com/Hikam_Athai

berikut tulisan yang saya copi paste :

Hamba-Ku, apakah engkau masih ragu setelah merasakan, bimbang setelah mendapat penjelasan, dan tersesat setelah mendapatkan hidayah?!

Tentu engkau tahu bahwa tak ada yang menatakan segala sesuatumu selain Aku, tapi mengapa engkau tak bergantung kepada-Ku saja?!

Akulah yg mengatur kerajaan-Ku. Tak ada apa atau siapa pun yg membantu-Ku. Hanya Aku yg memutuskan dan Aku tidak memerlukan bantuan.

Hamba-Ku, Aku mengasihimu dg mengatur segala sesuatumu jauh sblm kamu mengatur utk dirimu. Karenanya, bantulah dirimu kini utk tdk mengatur.

Maka manusia pun memiliki kemutlakan berkehendak, namun akan senantiasa terbatasi oleh kemutlakan-Nya.

Dan, semesta pun tunduk pada kemutlakan kehendak-Nya sehingga planet-planet selalu dlm orbitnya hingga malam tak pernah mendahului siang.

Sabtu, 27 Februari 2016

Aziz Amerul Faozi

Aziz Amerul Faozi, itulah namamu. Aku benar-benar iri pada nikmat yang Tuhan berikan padamu. Aku tidak tahu mengapa. Awalnya aku pikir Tuhan memberikan padamu beragam masalah karena dia benci padamu. Sekarang aku tahu aku salah memahaminya. Tuhan memberimu beragam cobaan seperti : penyakit mental disorder yang membuatmu tidak bisa mengontrol dirimu, kau sering dimarahi dosen karena tindakan bodohmu, atau dirimu yang tidak pernah diterima cintanya oleh wanita yang kau sukai. Aku pikir kau tengah di diazab oleh kebencian Tuhanmu tapi sekarang aku mengerti itu semua cinta dari Yang Maha Pencinta. Dia ingin memberikan kepintaran dan kebijaksanaan begitu besar padamu. Aku begitu iri padamu, Tuhan begitu mencintaimu hingga menjadikan dirimu begitu pintar dan bijaksana. Oh, Aziz Amerul Faozi alangkah bahagianya menjadi dirimu.

Perang Intelektual di Eropa

Mengkaji Eropa yang dahulu penuh dengan gejolak dan krisis memang menarik. Krisis yang muncul di Eropa tidak hanya menimbulkan perang senjata api namun juga memunculkan perang intelektual. Perang senjata api memunculkan perang juga di bidang sains dan engineering yang cukup pesat. Perang di bidang sains dan teknologi, juga memunculkan perang di bidang seni. Lah perang di bidang sains, teknologi, dan seni inilah yang saya sebut sebagai perang intelektual. 

Di Indonesia perang Intelektual tidak begitu greget seperti di negara-negara eropa. Menurut hemat saya hal ini dipengaruhi oleh lingkungan di Indonesia yang begitu surgawi (enak untuk ditinggali). Kondisi Indonesia yang begitu surgawi membuat orang Indonesia memiliki inertia(kelembamam atau kemalasan) untuk berfikir. Ada hal menarik yang bisa kaji dalam kitab Matsnawi karya Jalaludin Rumi, dikisahkan ada seorang fakir yang lewat di depan seorang raja. Kemudian raja bertanya pada fakir tersebut, "Bagaimana hai fakir, tentang Tuhan yang memberikan aku kenikmatan begitu banyak dan kemiskinan padamu?"

"Maha Suci Tuhan yang menyiksa hambanya dengan memberinya banyak kenikmatan."

Kisah dalam Matsnawi ini cukup relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang diberkahi tanah surga. Hal ini menyebabkan orang Indonesia menjadi malas untuk berfikir, sehingga sekarang terlihat Rahmat Tuhan yang berupa gejolak di Eropa membuktikan bahwa Azab Tuhan bukanlah cuma penderitaan namun juga kenyamanan yang akan menyebabkan kita terhijab dengan kesadaran yang lebih mendalam (kedewasaan).

Kembali lagi pada perang Intelektual. Seperti yang kita lihat sekarang ini banyak permasalahan yang muncul di negara ini, namun kalangan yang mengaku intelektual cenderung menanggapinya secara skeptis. Mencoba mengatasi masalah dengan pembenaran Agama tanpa analisis yang mendalam. Makanya kapan Indonesia menjadi lebih dewasa? Di Eropa mengatasi sebuah masalah biasanya dengan sebuah perang Intelektual, intelektual satu mengajukan thesis, dan intelek lainnya mengajukan tesis yang lain, hingga mereka menemukan titik kesepahaman. Tidak seperti di Eropa, di Indonesia menyelesaikan masalah tidaklah dengan methode komunikasi Intelektual, namun cenderung menyelesaikan sesuatu dengan kekakuan. Merasa benar sendiri itulah yang sebaiknya harus dikurangi oleh orang Indonesia agar mereka tidak terhijab dengan kesadaran yang lebih dewasa. Mari berperang Intelektual,

Kegagalan Sebagai Rahmat

Tulisan ini terinspirasi dari seorang psikolog di Masjid Salman ITB yang menuliskan bahwa kecendrungan terhadap sesama jenis adalah sebuah rahmat. Terima kasih psikolog dari Masjid Salman ITB yang telah memberikan inspirasi pada saya.

Menilik dari khutbah yang disampaikan oleh Professor Doktor saat Jum'atan kemarin di Masjid Salman ITB yang begitu pesimistis terhadap apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Penilaian beliau tentang merebaknya LGBT, MEA, konsumsi rokok atau pengakuan Nabi di Indonesia membuat saya prihatin. Saya prihatin bukan pada Indonesia melainkan pada Khotib Masjid Salman tersebut yang begitu pesimistis dalam menghadapi tantangan ini. Menurut penafsiran saya atas Khutbah yang disampaikan beliau, beliau terlalu memandang sebuah permasalah sebagai sesuatu yang harus dihindari, mungkin beliau berfikiran bahwa permasalah yang muncul tersebut adalah sesuatu yang memberikan kehancuran bagi sebuah negara.

Kita akan mulai analisis dari seorang Psikolog hebat di Masjid Salman di ITB yang saya telah tulisakan diatas. Beliau melihat bahwa setiap permasalahan itu adalah sebuah rahmat, rahmat yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Baik, tinggal kita yang bagaimana harus menyikapi itu dengan bijak. Ini seperti sebuah penyakit dalam diri kita, yang apa bila kita terlalu hanyut dalam rasa sakit tersebut maka penyakit tersebut akan menguasai diri kita. Saya melihat bahwa Khotib Professor Doktor dari agama tersebut masih hanyut dalam rasa sakit dan begitu pesimis menghadapi gejolak yang melanda negeri ini, pemikiran dari khotib tersebut akan berdampak pada keengganan kita untuk bisa lebih peka terhadap permasalah yang beredar, dan dampaknya kita akan menyelesaikan sebuah masalah dengan cara menghindarinya. Seharusnya kita sebagai seorang insan akademis harus menilai permasalahan secara lebih mendalam, hingga kita bisa menyelesaikan masalah hingga ke akarnya.

Kegagalan sebagai sebuah Rahmat dari Tuhan yang Maha Baik. Kita coba untuk menilik gejolak-gejolak yang terjadi di negara-negara maju seperti di eropa. Di Eropa dahulu sering terjadi konflik semacam ini, hingga banyak keputusan yang diambil terkadang justru membawa penderitaan bagi rakyat di Eropa, seperti perkembangan dari Kapitalisme Industri, Komunisme hingga sekarang liberal yang mereka anuti. Dalam perjalanan menuju kedewasaan, kegagal memang perlu, seperti apa yang dikatan oleh Fredrich Nietchze, "Illness akan membuat orang menjadi memahami sesuatu lebih mendalam." Memang benar, terkadang kegagalan akan memberikan kita pada rasa frustasi, namun jika kita memandangnya secara optimis, kegagalan akan membuat kita menjadi lebih dewasa (bijak), maka sikapilah kegagalan sebagai sebuah rahmat.

Jumat, 26 Februari 2016

Mengapa Aku Begitu Pintar?

Setelah saya membaca buku milik Frerich Nietchze, isinya memang cukup berseni. Banyak yang menuliskan bahwa Fredrich Nietchze memiliki masalah dalam tulisan-tulisannya. Dari segelintir orang yang mengkomentari beberapa dari mereka adalah lulusan Doktor dari agama, bahkan professor. Iyah, mungkin saya terlalu pintar hingga mampu membaca buku Fredrich Nietchze ini, Tuhan sangat banyak memberikan kecerdasan pada saya. Saya tidak tahu mengapa Tuhan kurang memberikan kecerdasan pada beberapa orang, sampai-sampai mereka berargumentasi bahwa karya Nietchze itu penuh kesakitan. Mungkin Tuhan menjadikan aku manusia yang begitu bijak, hingga aku mulai memahami bahwa apa yang dituliskan dalam buku Fredrich Nietchze sebagai sebuah karya seni yang luar biasa. Oh, Tuhan andaikan saja mereka sepintar dan sebijak saya, mungkin mereka akan bisa hidup lebih bahagia, kasihan mereka. Oh Tuhan mengapa aku begitu pintar?

Kamis, 25 Februari 2016

Dekonstruksi Pemahaman Islam


Melihat perpecahan di dalam umat Islam di Indonesia, maupun di dunia menarik untuk kita kaji. Dimana kita bisa melihat bahwa semua umat Islam yang terpecah memiliki nilai yang sama yaitu Islam itu sendiri. Islam didasarkan pada kitab suci al Qur'an, semua aliran Islam yang terpecah saya yakini merekapun merujuk pada al-Qur'an. Namun, alih-alih Islam sebagai Rahmatan Lil 'Alamin (Rahmat bagi seluruh alam) tidak begitu terasa dalam akhir-akhir ini, justru sebaliknya, dia yang mengatas namakan golongan Islam biasanya justru memulai sebuah pertikaian atau kerusuhan. Aksi terorisme yang mereka benarkan atas dalil-dalil yang terdapat dalam al-Qur'an dijadikan pembenaran atas aksi mereka itu.

Berkaca dari teknologi yang sekarang lebih dikuasai oleh Eropa dan Amerika. Kita berangkat dari kasus mereka ini. Dahulu di Eropa sering mengalami krisis, baik karena perang, atau karena iklim mereka yang harus membuat mereka bekerja lebih keras agar mereka dapat hidup. Sewaktu mereka krisis kita melihat peran dari Gereja di Eropa sangat ketat, bahkan gereja mengeluarkan fatwa jika didalam pemerintahan tidak ada cahaya. Sikap menentang pemerintah ini juga ditambah dengan kasus pembunuhan ilmuan eropa yang mengatakan bahwa bumi ini bulat. Mereka mengatakan bahwa ilmuan itu telah menyimpang dari ajaran agama atau dalam bahasa kerennya sekarang adalah penistaan agama. Namun setelah beberapa tahun kemudian ternyata kebenaran bahwa bumi itu bulat terbukti. Dunia merasa kehilangan atas seorang ilmuan yang berjasa dalam pembuktian ini.

Sebenernya aneh jika Islam yang terpecah menjadi berbagai golongan namun memiliki satu nilai yang sama yaitu al-Qur'an. Jika al-Qur'an yang mereka baca adalah sama lalu mengapa perpecahan bisa terjadi? Menurut analisa saya, al-Qur'an memang satu dan sama. Namun penafsiran orang tentang al-Qur'an tidaklah sama. Beranjak pada seorang ahli Hermeneutika (teknik untuk memahami) yang dikeluarkan oleh Jacques Derrida, dia mengatakan bahwa teks memiliki hak otonom untuk bisa di interpretasikan. Namun karena penafsiran orang berbeda-beda, maka Derrida menyarankan untuk menahan (menangguhkan) pemahaman kita akan teks tersebut. Kebanyakan dari kita yang membaca teks al-Qur'an langsung mengikutinya secara taklid (membabi buta). Ada proses yang namanya deskontruksi, yang akan kita bahas nanti.

Dimulai dari ungkapan Fredrich Niethcze dalam karyanya, ”The Geneology of Moral”. Dia mengatakan bahwa pemahaman yang pasti akan sesuatu akan membuat Brain Disease. Kebanyakan umat Islam sekarang membaca mentah-mentah teks tulisan di dalam al-Quran, sehingga mereka bertindak kurang mendalami apa yang ingin di maksudkan teks tersebut. Mungkin saya bisa memberikan saran kepada para extrimis Islam, untuk menangguhkan pemaham mereka itu agar Islam menjadi benar-benar terpahami sebagai Rahmatan Lil 'Alamin, bukan Rahmatan Lil golongan saja.

Tanpa adanya dekonstruki pemahaman tentang interpretasi dari teks al-Qur'an, kita akan terhijad dari makna sejati yang diinginkan oleh si Pembuat teks al-Qur'an itu, dan berdampak pada Islam yang ekstrim dan terpecah seperti sekarang yang bermunculan ini. Pahamilah dengan cermat dan jangan terlalu terburu-buru untuk mengambil keputusan.

Selasa, 16 Februari 2016

Sun Tzu dan Schleiermacher, Perang dan Hermeneustik

Belajar dari negara-negara eropa dan asia, ada banyak pelajaran tentang hal yang jarang kita temukan.

Senin, 15 Februari 2016

Lelaki Lemah#16 : Penyesalan Pun Datang

Karena aku memilih untuk menyelam lebih dalam, kudengar kekasihku sekarang mau menikah dengan orang lain. Dalam kedalaman ini nafasku terasa semakin sesak. Aku mulai menyesali keputusanku untuk menyelam. Pikiranku berkata padaku, andaikan aku dulu cepat-cepat kepermukaan mungkin aku sekarang hidup bahagia dengan orang yang aku kasihi, menjalani kehidupan yang sakinah, mawadah dan warohmah. Tapi takdirku menempatkan diriku sebagai seorang penyelam. Aku tidak punya jalan lain selain mencoba untuk menyelami kedalam yang terdalam. Walau penyesalan ini terus menguras nafasku akupun harus tetap terus menyelam.

Lelaki Lemah#15 : Masih Menyelam

Aku dengar suara kekasihku menggema dalam kedalaman ini. Dia berkata padaku bahwa dia siap untuk menjadi pendamping hidupku. Orang tuanya pun sudah menyetujui pernikahan kita. Aku terbayang indahnya keluarga yang aku bangun dengan kekasihku, kekasihku yang aku dambakan selama ini. Kekasihku yang selalu aku rindukan. Kekasihku yang selalu aku ingin nikahi. Indahnya bayangan itu, bayangan ketika aku menimang anak aku dan kekasihku tadi. Menjalani kehidupan dalam keharmonisan keluarga, penuh kasih sayang dan penuh dengan cinta dari sang kekasih.

Aku ini seorang penyelam, masih jauh dari dalam kedalam yang seharusnya aku tempuh. Kedalaman yang masih berjuta-juta kali dari yang telah aku selami sekarang. Oksigen yang tersisa mungkin tinggal sedikit, aku tidak mungkin melanjutkan lagi penyelaman ini semakin dalam. Iyah, aku tahu mungkin seharusnya aku bahagia di permukaan bersama kekasihku di permukaan. Mungkin aku akan mati jika terus menyelam dalam kedalam yang akan aku tempuh nanti. Sayangnya aku ini seorang penyelam, tanggung jawabku hanyalah menyelam. Tugasku menyelam kelaut yang terdalam, itulah jalanku, jalan yang seharusnya aku tempuh. Mungkin akan mati, tapi bukankah kematian itu sebuah kepastian? Dan pernikahan aku dengan kekasihku juga sebuah kepastian? Kalau keduanya adalah kepastian Tuhan, akupun tidak boleh mengambil jalan yang tidak seharusnya aku ambil. Iyah, aku akan tetap menyelam karena itulah jalannya dan jalan dari Nya.

Lelaki Lemah#14 : Tak Tahu Diri

Aku bertemu seorang guru. Aku menceritakan semua keluhanku padanya. Kegelisahan, kegagalan, kesia-siaan yang aku alami padanya. Aku berkata padanya "Kenapa takdir seperti ini?"

Guru itu menjawab, "Apakah kau tidak bisa melihatnya?"

Aku membalas, "Melihat apa ? Hanya sakit yang aku rasa, mana aku bisa melihat."

"Apakah kau tidak melihat betapa Tuhan menyayangimu dengan memberimu kegelisahan.", guru itu menjelaskan.

"Mana mungkin itu kasih sayang.", Aku membantah

"Apakah kau tahu, tidak semua orang diajak bicara oleh Tuhanmu. Kotornya pakaian bisa dicuci dengan sabun, kotornya badan bisa dicuci dengan mandi. Kotornya hatimu, hanya bisa disucikan oleh penderitaan dan kegelisahan, jadi bersukurlah. Itu karena Tuhanmu masih peduli dengan dosa-dosamu."

Lelaki Lemah#13 : Tak Tahu Diri

Maafkan aku Tuhan, tidak seperti biasanya aku merasa gelisah akan dosa yang pernah aku lakukan. Sekarang aku merasa tenang dengan dosa-dosa yang aku perbuat. Aku masih tidak begitu tahu diriku yang sebenarnya, lelaki yang penuh dengan dosa namun tidak bersalah dengan dosaku. Aku jelas seorang pendusta, munafik itu pasti, apalagi bertanggung jawab, aku jelas bukan orang yang seperti itu. Aku ini hanya orang yang kotor namun masih menganggap diriku suci. Kasih sayang mu membuatku masih merasakan ketenangan walau aku ini masih jelas jauh dari kesucian. Aku tidak tahu diri sekali ya, sekali lagi Tuhan maafkanlah aku yang tidak tahu diri ini.

Lelaki Lemah#12 : Tetap Menyelam

Aku dengar suara gemuruh diluar yang meng-elu-elu-kan namaku. Mereka berkata aku telah mencapai kedalaman tertentu. Hasratku ingin kembali ke permukaan, untuk menyambut sanjungan dari mereka. Hasratku ingin mereka mengakuiku bahwa aku telah menyelami kedalaman ini. Aku berfikir aku akan mati kalau aku terus lanjutkan penyelaman ini lebih dalam. Tapi aku ini seorang penyelam, aku bukan seorang super hero yang memang tidak seharusnya disanjung. Walaupun aku mati aku harus menyelami ini lebih dalam lagi. Walau penyelaman ini semakin menyesakan dada. Walaupun penyelaman ini semakin menguras nafas dalam paru-paru ini, aku harus tetap menyelam.

Aku dengar di bawah ada sebuah gurita raksasa yang menakutkan, yang siap membunuhku jika aku semakin menyelam kedalam. Aku dengar mereka yang di atas akan memujiku walau aku baru dalam kedalaman ini. Hasratku berkata seperti itu terus, "Naik saja ke permukaan, apa gunanya lagi menyelam lebih dalam. Kau akan mati di kedalaman, dan tak akan tahu bahwa kau telah sampai pada kedalaman ini."

Aku tidak tahu ini pikiran bodohku untuk terus menyelam, atau hasrat sesaat untuk kembali ke permukaan. Tapi, aku ini penyelam, penyelam seharusnya menyelam, benarkan?

Minggu, 14 Februari 2016

Lelaki Lemah#11 : Kembalilah ke Tuhan

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!

Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!

Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!

Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”

Jalaludin Rumi

Itulah yang dilantunkan oleh Jalaludin Rumi, dalam syair kitab Matsnawi. 

Ketika kita bosan dengan ketenangan maka carilah kegalauan, kalau kita bosan dengan kegalauan maka kembalililah ke Tuhan untuk memperoleh ketenangan. 

Lelaki Lemah#10 : Hidup yang Biasa

Sejalan dengan perjalananku yang sebelumnya dipenuhi kegelisahan, kali ini ceritanya agak lain. Kegelisahan yang muncul dari dalam diriku ternyata sesuatu yang sifatnya sementara, maksudnya hanyalah gejolak sesaat. Hidup ini memang biasa dan memang cenderung membosankan jika kita tidak mengalami beragam gejolak dalam kehidupan ini. Namun sebenernya tatanan semesta ini adalah sesuatu yang memang telah tertulis dalam kitab yang orang islam sebut sebagai lauhful Mahfuz. 

Kegelisahan akibat kurang dari menyelami kehidupan. Ini yang sering disebutkan oleh Bang Choirul. Memang biasa, jika adakalanya kita menang ada kalanya kita kalah, bahkan ada kalanya kita menang terus dan ada kalanya kita kalah terus. Kehidupan ini memang sekedar gurauan. 

Jalani saja. Selami saja. Dalam perjalan yang penuh kejolak biasanya membuat kita berfikir kurang lurus, seperti apa yang dijelaskan dalam artikel saya sebelumnya dalam Lelaki Lemah#8, berfikir untuk tetap biasa dalam menghadapi kegelisahan merupakan sesuatu yang memang harus dilakukan, agar kita tidak mengambil keputusan yang keliru akibat kegelisahan mendalam. Koutenya adalah biarkan saja rasa sakit itu, nggak usah dipikirin, jalan saja.

Sabtu, 13 Februari 2016

River - Tatsuya Ishii

何もかも上手く行かない もどかしさに
焦る気持ちを押さえて
はがゆさと苛立たしさに 心乱れ
抱え込んだ膝小僧

悔しさをこらえて 涙に震えて
泣いた夜が明ける

そう
確かに君の言う通りだよ
今なら引き返せるけれども
つまらない意地を張り続けてる
歩き始めた以上 諦めない

もう一度 この手にチャンスを…

全てこの胸の中にしまっておこう
夢が叶うまで…

やるせない儚さに 身をゆだねるほど
そんな危うい時代に
あがいても手の届かない 岸を目指し
無我夢中で泳いだ

流れに逆らう 声も上げられない
行き止まりの場所で

そう
愛が全てを助けるとは
思わない だけど君の微笑み
心を癒すその唇に
立ち上がる勇気を もらうのさ

もう一度 この手にチャンスを…

川の流れは今日も激しいけれど
君の手は離さない
いつも この胸の中の愛を信じていよう
夢が叶うまで…

そう
愛が全てを助けるとは
思わない だけど君の微笑み
心を癒すその唇に
立ち上がる勇気を もらうのさ

確かに君の言う通りだよ
今なら引き返せるけれども
つまらない意地を張り続けてる
歩き始めた以上 諦めない

もう一度 この手にチャンスを…

川の流れは今日も激しいけれど
君の手は離さない
いつも この胸の中の愛を信じていよう
夢が叶うまで…


Artinya : 

Lelaki Lemah#9 : Sang Penyelam

Aku tahu jikalau aku tidak bisa menafikkan kegelisahan ini. Tapi apa daya, kegelisahan ini muncul begitu saja dalam fikiranku. Aku sadar bahwa kegelisahan ini adalah rahmat dari diri-Mu. Iyah, namun aku ini hanya seorang penyelam, yang mungkin seharusnya menyelam di kedalaman laut terdalam. Aku mencoba menyelam dengan segala yang aku bisa, sedalam yang aku bisa karena itu adalah tanggung jawabku. Rasa sakit ini tak boleh membuatku melupakan bahwa aku ini seorang penyelam.

Aku terus menyelam. Persetan dengan rasa sakit ini. Aku tahu rasa sakit ini lah yang masih membuat menyadari bahwa aku masih hidup. Namun mungkin aku justru akan gelisah ketika sakit ini telah pergi, Mungkin aku sudah tidak bernyawa lagi. Tapi apa masalahnya? Lagi pula kematian itu sebuah kepastian. Aku lebih memilih untuk tidak menyerah walau sakit ini kian dalam. Iyah, karena aku adalah seorang penyelam.

Jumat, 12 Februari 2016

Mika Arisaka - Life Goes On (Kehidupan Terus Berlanjut)

Setiap kali aku melihat langit dengan air mata ini..
Langit fana yang biru membuat dadaku sakit..
Jika ini takdir, maka aku akan mengubah hari-hari itu..
Menjadi akhir kepedihan yang tak bersisa..
Kehidupan terus berlanjut selama itu..
Ada kehidupan yang membara..
Rasanya aku akan kehilangan kepercayaan pada diriku, meski pun begitu..
Kehidupan terus berlanjut, aku ingin melindungimu..
Hatiku hancur berkeping-keping..
Mataku mengenal kepedihan yang sebenarnya..
Dan meluap dalam cinta..
Bunga yang mekar pada pemandangan musim dingin berkabut putih..
Kini mulai melantunkan lagu bahwa 'kekuatan adalah kebaikan'..
Untuk apa dan untuk siapa pun itu..
Teruslah berjuang mulai saat ini..
Kehidupan terus berlanjut, jika terlahir kembali..
Dan dapat bertemu sebelum saling mengenal..
Maka, aku takkan pernah kehilanganmu, namun..
Kehidupan terus berlanjut selama itu..
Kita terlahir di masa ini..
Dengan tanganku dan hatiku, kini aku menangkapmu..
Percayalah pada cinta ini..
I can feel your heart in motion, deep down in your dark affection
Life goes on and on, we love each other in the sadness of time
Kehidupan terus berlanjut..
Kehidupan terus berlanjut selama itu..
Ada kehidupan yang membara..
Rasanya aku akan kehilangan kepercayaan terhadap diriku..
meski pun begitu..
Kehidupan terus berlanjut, aku ingin melindungimu..
Bawalah harapanku ke langit..
Mataku mengenal kepedihan yang sebenarnya..
Dan meluap dalam cinta..

Lelaki Lemah#8 : Apatisme Jalaludin Rumi dan Epicurean

Mungkin bagi sebagian orang apatisme merupakan salah satu perilaku negatif. Namun pada tulisan ini apatisme akan menjadi methode untuk mengkontrol rasa sakit dalam diri manusia. Aku tidak menafikan dalam setiap perjalanan manusia. Manusia sering mengalami kegelisahan, namun terkadang kegelisahan itu malah membuatku tidak mampu untu berfikir lurus. Kegelisahan ini sangat berbahaya jika dia mengontrol diri kita. Bahkan dalam keadaan tertentu kegelisahan ini mampu untuk membuat seseorang melakukan tindakan yang tidak masuk akal semacam bunuh diri. Aku beruntung bertemu dengan Romo Sandi yang berusaha untuk menjelaskan tentang apatisme dalam perspektif epicurean yang digunakan sebagai anti depresan untuk mengatasi masalah.

Langsung ke contoh permasalahan. Waktu zaman perang dunia, banyak tentara yang terluka akibat perang. Mereka mengalami demotifasi karena mereka berfikir akan jadi apa mereka kalau pulang dengan cacat yang akan dibawa mereka setelah perang, sehingga hal ini mengakibtkan mereka berperang dengan penuh kehati-hatian dan jadilah cara berperang mereka menjadi tidak berkualitas, maksudnya seperti berperang namun takut mati. Komandan kemudian meyakinkan kepada mereka bahwa kematian itu adalah sebuah kepastian, setidaknya jika mereka mati atau cacat akan menjadi pahlawan di medan perang. Coba kalau mereka berfikir untuk lari dari perang maka mereka belum tentu bisa mati dengan cara seterhormat ini. Ini membuat para pasukan perang semakin semangat untuk berjuang hingga mati-matian.

Sekali lagi saya tidak menafikkan tentang kegelisahan yang saya derita. Namun janganlah sampai kegelisahan yang saya derita membuat saya tidak mampu untuk berfikir secara lurus. Kalau kata Bang Choirul bilang "Rasa sakit atau kegelisahan adalah akibat dari kita yang kurang mendalami". Analog dengan kasus ini, seorang penyelam ingin menyelam ke lautan terdalam namun ketika dalam ketinggian beberapa meter dia berfikir karena susah bernafas. Dia akan berfikir untuk kembali kepermukaan dan secara teknis dia akan gagal untuk menyelami lautan terdalam itu, namun kasusnya akan terus berulang ketika dia harus mencoba untuk menyelami lautan terdalam. Saat dalam pemikiran yang penuh kegelisahan ini muncul, penyelam tidak lagi mampu untuk berfikiran secara lurus. Maka dari itu penyelam memutuskan, kalaupun saya mati, itu sudah takdir dari Tuhan, saya ingin menyelami lautan terdalam. Dengan menyelami lautan terdalam dan membawa kegelisahan akan kematian untuk menyelaminya, sang penyela terus mencoba meraih lautan terdalam. Atas keyakinannya itu tak disangka dia mampu untuk menyelami lautan yang terdalam. Dari kisah ini terkadang kegelisahan memang memberikan kita masalah untuk tidak mampu berfikir secara lurus.

Jalaludin Rumi pernah berkata, "Obat dari rasa sakit itu ada dalam rasa sakit sendiri." Kata Rumi ini seolah ingin menegaskan kita tidak mungkin untuk menafikkkan rasa sakit yang kita derita, misalkan kegelisahan atas ditolak cewe, bangkrut, atau di DO dari kuliah. Namun yang terpenting dari sini adalah sikap untuk terus menjalani tanpa terganggu oleh kegelisahan itu, sehingga kita akan mampu menyelami lautan yang terdalam. Mungkin dalam bahasa sederhananya "Akan aku bawa rasa sakit ini, hingga aku sampai pada lautan yang terdalam." Maksudnya bukan menafikkan rasa gelisah yang kita alami namun membawa kegelisahan itu untuk tetap menyelam hingga lautan yang terdalam.

Membuat Transmitter Sederhana 1

Percobaan ini saya coba dari petunjuk buku Bapak Bram Palgunadi, percobaan ini dibuat untuk membuat sebuah transmitter sederhana dengan menggunkan kikir kabel dan baterai 9 volt. Rangkaian ini dibuat seri, dengan menghubungkan antara baterai dan kikir dengan menggunakan kabel. Percikan listrik yang timbul saat menyentuhkan kabel dengan kikir akan menimbulkan sinyal impuls. Sinyal impuls dalam domain waktu ini merupakan sinyal yang memiliki panjang sangat lebar dalam domain frekuensi, hal ini dapat membuat interferensi pada semua lebar pita frekuensi. Namun hal ini jarak dibatasi oleh daya yang tersedia pada pencatu.

Error Booting


Saya mencoba memperbaikki notebook yang terinstall ubuntu akibat tidak bisa booting ke operating system peringatannya seperti ini /dev/sda1 contains a file system with errors, check forced. Aku langsung mencari ke internet dan menemukan solusinya dengan mengetikkan ini pada command

fsck -y /dev/sda1

Kamis, 11 Februari 2016

Lelaki Lemah#7 : Menunggu Kematian

Perjalanan ini berujung pada kepasrahan yang mulai menemui titik terang. Engkau berkata dalam kitab-Mu bahwa dunia ini hnyalah gurauan belaka. Iya, aku telalu serius menapaki gurauan-Mu ini Tuhan. Aku tahu engkau begitu penyayang tapi kenapa fikiranku berani memfitnahmu tentang hal-hal yang buruk. Aku memang manusia biasa, dan perjalananku memang lebih cenderung pada kenyataan bahwa aku ini bukanlah orang suci, itulah kenapa aku masih berusaha menampakkanmu dalam setiap gelap laku tindakanku. Aku berharap ketika aku mengingatmu, aku masih bisa memperbaiki kerusakan yang aku timbulkan ini. Aku memang beribadah jauh dari kata keikhlasan, namun kasih sayang-Mu lebih aku harapkan untuk mau menerima ibadahku yang penuh cacat ini. 

Aku memang tidak begitu paham tentang apa itu kehidupan, mungkin benar kata temanku itu bahwa kehidupan ini hanya sekedar menunggu kematian maka isilah dengan kebaikan kepada orang-orang. Aku memang tidak begitu baik. Walaupu kebaikanku aku gantungkan untuk bisa mendapatkan surga, aku harap aku masih engkau selamatkan di dunia dan di akhirat nanti. 

Lelaki Lemah#6 : Pentingnya dan Bahayanya cita cita

Tulisan ini merujuk pada kejadian kejadian yang saya alami. Banyak kegagalan yang saya alami dengan alasan yang biasanya dari penyebab yang sederhana. Awalnya aku tidak begitu tertarik dalam mempelajari masalah kejiwaan, namun ketika masalah itu datang kepadaku aku tidak bisa menghindari.

Awalnya kebanyakan dari kita menganggap bahwa kesuksesan seseorang karena sesuatu yang besar dimiliki oleh orang itu. Namun, kita akan kaji sebuah hadis bahwa orang yang kuat adalah orang yang paling bisa melawan hawa nafsunya. Hadis ini lumayan untuk bisa menjelaskan sesuatu yang akan disampaikan tadi. 

Banyak orang yang memiliki cita-cita namun tidak bisa meraihnya dengan berbagai kendala yang dia lewati. Hal ini dikarenakan susahnya untuk fokus mengejar cita-cita. Namun terlalu fokus mengejar cita-cita juga akan berbahaya untuk kita. Bisa saja karena saking fokusnya kita hingga meninggalkan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan seperti makan maupun minum. Akhirnya orang akan mati sebelum sampai pada cita-cita

"Semua sudah ditetapkan dalam lauhfuz Mahfuz." , setidaknya itu yang saya tahu dalam kitab suci. Namun hal ini harus disikapi secara optimis bahwa apapun yang terjadi, baik terciptanya cita-cita maupun tidak itu masalah Tuhan. Gunakanlah cita-cita untuk memperbaiki karekter anda. Itu lah yang lebih penting. Bahwa hasil akhir dari sebuah proses itu tidak lebih penting dari karakter yang terbangun dalam perjalanan ini. Karena mungkin lain kali cita-cita itu bisa dikejar lagi. Untuk itu maka ikhlaskanlah. 

Lelaki Lemah#4 : Tentang Keikhlasan

Perjalanan ini sungguh mengguncangkan hati. Kegelisahan dari dalam hati ini tak kunjung menemui titik temunya. Iyah, banyak yang mengatakan aku harus mengikhlaskan. Tapi walau sejauh aku berjalan. Selama hatiku berkontemplasi. Namun apakah ikhlas itu sebenarnya? Aku masih ragu dengan pemikiranku ini, mungkin hanya sekadar pemikiran yang muncul dari birahi semata. Iya, masih banyak hal yang tergambar dalam pikiranku. Kadang ini membuatku sulit untuk bisa konsentrasi menyelesaikan sesuatu. Dan ini memang membuat aku merasakan kegelisahan yang mendalam. 

Mungkin perjalanan ini telah dimulai ketika aku telah lahir, atau mungkin sebelum itu. Bukankah Tuhan telah berjanji dalam kitab sucinya, bahwa segala yang terjadi adalah kehendak darinya. Lalu, aku bertanya pada rumput yang sedang dangdutan, "Aku memang tidak tahu Cinta itu apa? Tapi bayangan orang yang selalu muncul dalam pikiranku itu, aku tidak bisa menghilangkannya." Kata Sufi penciptaan bermula dari Cinta, cinta dari mu Tuhan. Iyah, tanpa cinta darimu kambing tidak akan makan rumput, dan rumput tidak akan mau dimakan oleh kambing. Jadi semenjak itu Cinta adalah rahmat dari dirimu yang maha suci. Tapi jika segala yang terjadi itu atas cinta-Mu Tuhan. Maka birahi ini pun juga dari-Mu. Lantas bagaimana aku mengatasinya? Dalam perjalanku hingga sekarang aku menjadi perokok yang ganteng, saya bertemu dengan orang-orang yang cukup menarik. Mereka berkata padaku untuk mencoba mengikhlaskan saja, lantas apa itu ikhlas itu Tuhan? Padahal dalam surat Al-Ikhlas sendiri, ikhlas juga tidak disebutkan. Entahlah, aku hanya bisa menjalani saja.

Dalam pemahamanku, mungkin salah, tapi hanya ini yang saya tahu. Seperti dalam surat Al-Ikhlas, Engkau tidak menyebutkan kata ikhlas. Namun hanya menyebutkan dirimu sebagai satu satunya wujud yang nyata. Yang mengatakan bahwa dirimu adalah satunya hal dijadikan sebagai sandaran, mungkin itulah makna ikhlas, yaitu meniadakan ego ke-akuan untuk bisa sampai pada kesadaran aku bukanlah apa-apa, atau aku hanyalah sebuah ilusi. 

Rabu, 03 Februari 2016

Makna Tanggung Jawab

Jelas sih kalau aku adalah orang yang tidak bertanggung jawab, pasalnya saya

SKUI#1 : Aku Dengar Suaramu

Cuma ini Foto Kita
Siang ini aku mendengar suara yang membuatku mulai terbangun dari tiduru di kamar Aziz Setiadi, aku tidak begitu yakin itu suara dirimu, maklum sudah lebih dari 2 tahun aku tidak mendengar suaramu, hari ini kau wisuda yah, selamat yah. Iyah, walau suaramu lebih cenderung mengganggu ketimbang terdengar suara merdu. Kalau aku gambarin suaramu itu lebih mirip burung yang kejepit pintu. Sory Tan bukannya aku mengejek. Nah kalaupun aku mengejek ngapain aku waktu itu pergi kerumahmu untuk melamar dirimu. Yah, jelas sih ditolak. Tapi, jujur itu salah satu pengalaman paling menarik dalam hidupku. Kau tahu tidak hari itu adalah hari Minggu aku pergi kerumahmu, habis selesai ujian Rekayasa Perangkat lunak. 

Waktu aku sampai di depan rumahmu aku tidak begitu paham rumahmu dimana? habis waktu aku pergi untuk melamarmu waktu itu kau tidak mau menunjukan dimana rumahmu. 6 kali aku kejatinangor aku pun tidak bertemu denganmu. Kan tinggal tolak saja apa susahnya sih. Nah untuk itu aku pergi kerumahmu. Pas aku ketuk pintu aku ketemu kakek kakek, dia nanya kepadaku "Mau apa yah mas?"

Aku menjawab, "Saya mau nglamar Intan pak."
Kakek itu menjawab, "Apa?"
"Saya mau nglamar Intan pak."
"Oh silahkan masuk"

Tan aku disuruh masuk oleh kakekmu. Aku melihat bapakmu, tapi aku pura-pura tidak mengetahui kalau dia adalah bapakmu.
Tiba-tiba bapakmu nanya

"Kamu mau ngapain?"
"Ngalamar Intan pak."
"Kamu sehat?"
"Sehat pak, kemarin baru keluar dari rumah sakit."


to be continued