Tulisan ini merujuk pada kejadian kejadian yang saya alami. Banyak kegagalan yang saya alami dengan alasan yang biasanya dari penyebab yang sederhana. Awalnya aku tidak begitu tertarik dalam mempelajari masalah kejiwaan, namun ketika masalah itu datang kepadaku aku tidak bisa menghindari.
Awalnya kebanyakan dari kita menganggap bahwa kesuksesan seseorang karena sesuatu yang besar dimiliki oleh orang itu. Namun, kita akan kaji sebuah hadis bahwa orang yang kuat adalah orang yang paling bisa melawan hawa nafsunya. Hadis ini lumayan untuk bisa menjelaskan sesuatu yang akan disampaikan tadi.
Banyak orang yang memiliki cita-cita namun tidak bisa meraihnya dengan berbagai kendala yang dia lewati. Hal ini dikarenakan susahnya untuk fokus mengejar cita-cita. Namun terlalu fokus mengejar cita-cita juga akan berbahaya untuk kita. Bisa saja karena saking fokusnya kita hingga meninggalkan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan seperti makan maupun minum. Akhirnya orang akan mati sebelum sampai pada cita-cita
"Semua sudah ditetapkan dalam lauhfuz Mahfuz." , setidaknya itu yang saya tahu dalam kitab suci. Namun hal ini harus disikapi secara optimis bahwa apapun yang terjadi, baik terciptanya cita-cita maupun tidak itu masalah Tuhan. Gunakanlah cita-cita untuk memperbaiki karekter anda. Itu lah yang lebih penting. Bahwa hasil akhir dari sebuah proses itu tidak lebih penting dari karakter yang terbangun dalam perjalanan ini. Karena mungkin lain kali cita-cita itu bisa dikejar lagi. Untuk itu maka ikhlaskanlah.