Aku tahu jikalau aku tidak bisa menafikkan kegelisahan ini. Tapi apa daya, kegelisahan ini muncul begitu saja dalam fikiranku. Aku sadar bahwa kegelisahan ini adalah rahmat dari diri-Mu. Iyah, namun aku ini hanya seorang penyelam, yang mungkin seharusnya menyelam di kedalaman laut terdalam. Aku mencoba menyelam dengan segala yang aku bisa, sedalam yang aku bisa karena itu adalah tanggung jawabku. Rasa sakit ini tak boleh membuatku melupakan bahwa aku ini seorang penyelam.
Aku terus menyelam. Persetan dengan rasa sakit ini. Aku tahu rasa sakit ini lah yang masih membuat menyadari bahwa aku masih hidup. Namun mungkin aku justru akan gelisah ketika sakit ini telah pergi, Mungkin aku sudah tidak bernyawa lagi. Tapi apa masalahnya? Lagi pula kematian itu sebuah kepastian. Aku lebih memilih untuk tidak menyerah walau sakit ini kian dalam. Iyah, karena aku adalah seorang penyelam.