Karena aku memilih untuk menyelam lebih dalam, kudengar kekasihku sekarang mau menikah dengan orang lain. Dalam kedalaman ini nafasku terasa semakin sesak. Aku mulai menyesali keputusanku untuk menyelam. Pikiranku berkata padaku, andaikan aku dulu cepat-cepat kepermukaan mungkin aku sekarang hidup bahagia dengan orang yang aku kasihi, menjalani kehidupan yang sakinah, mawadah dan warohmah. Tapi takdirku menempatkan diriku sebagai seorang penyelam. Aku tidak punya jalan lain selain mencoba untuk menyelami kedalam yang terdalam. Walau penyesalan ini terus menguras nafasku akupun harus tetap terus menyelam.