Laman

Sabtu, 23 April 2016

Aku

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

membaca puisi dari Chairil Anwar, membuatku menyadari kekeliruanku. Aku pikir diriku terlalu berharga hingga aku butuh untuk dihargai. Aku ini hanya binatang jalang. Biar peluru menembus kulitku aku tetap meradang menerjang. Puisi ini hampir mirip dengan puisi yang aku tuliskan dalam tajuk bertema sang penyelam.