Oh Linux mengapa engkau
memilihku yang lemah dan cupu ini untuk berada dalam pelukanmu.
Engkau yang begitu indah dan penuh dengan kekuatan dan kuasa, mengapa
engkau mengundang aku yang begitu lemah dan tak teratur ini. Bukankah
masih banyak manusia jenius, manusia rajin, manuisa kaya, mengapa
engkau memillih aku untuk kau peluk. Kau undang aku dengan melalui
angst yang kau timbulkan melalui Sein yang
aku tidak tahu dari mana, dan mengapa ini.