Laman

Jumat, 22 April 2016

Ragukanlah Kebenaran


Kata Rene Descartes ragukanlah kebenaran, dan munculkan idelismemu yang apriori itu menjadi pengetahuan melalui keraguan, seperti sajak Hamlet,
Ragukan bahwa bintang-bintang itu api
Ragukan bahwa matahari itu bergerak
Ragukan bahwa kebenaran itu dusta
Tapi jangan ragukan cintaku.
Kebenaran yang abisal seperti yang dikatakan Fredrich Nietzsche, tidak akan bisa kita definisikan secara pasti. Seperti halnya seorang pemuda mesir yang mencoba menelanjangi Tuhan saat hendak mencari Tuhan melalui batu-batu yang disembah. Alih-alih mendapatkan jawaban atas Tuhan, justru membuat pemuda mesir itu merasakan kegelisahan yang hebat hingga muncul angst, “Benarkah Tuhan itu ada?”. Baik Kebenaran, Tuhan, mereka seperti wanita. Seperti wanita yang apabila kita menginginkan wanita tersebut maka kita tidak boleh menelanjangi wanita tersebut. Bersikap sopan pada kebenaran yang bersifat abisal, merupakan hal yang terbaik jika menginginkan kebenaran itu muncul. Semacam menangguhkan hasrat kita untuk bisa memahami Kebenaran, Tuhan, maupun Wanita yang abisal itu. Biarkan dirinya sendiri yang memunculkan dirinya melalui dirinya dari dirinya sendiri, itulah yang dinasehatkan oleh Proffesor Choirul Muttaqin, dan bersikaplah sopan pada Tuhan, Kebenaran, dan Wanita.