Kata Rene Descartes
ragukanlah kebenaran, dan munculkan idelismemu yang apriori itu
menjadi pengetahuan melalui keraguan, seperti sajak Hamlet,
Ragukan bahwa bintang-bintang itu api
Ragukan bahwa matahari itu bergerak
Ragukan bahwa kebenaran itu dusta
Tapi jangan ragukan cintaku.
Kebenaran yang abisal seperti yang
dikatakan Fredrich Nietzsche, tidak akan bisa kita definisikan secara
pasti. Seperti halnya seorang pemuda mesir yang mencoba menelanjangi
Tuhan saat hendak mencari Tuhan melalui batu-batu yang disembah.
Alih-alih mendapatkan jawaban atas Tuhan, justru membuat pemuda mesir
itu merasakan kegelisahan yang hebat hingga muncul angst,
“Benarkah Tuhan itu ada?”. Baik Kebenaran, Tuhan, mereka
seperti wanita. Seperti wanita yang apabila kita menginginkan wanita
tersebut maka kita tidak boleh menelanjangi wanita tersebut. Bersikap
sopan pada kebenaran yang bersifat abisal, merupakan hal yang terbaik
jika menginginkan kebenaran itu muncul. Semacam menangguhkan hasrat
kita untuk bisa memahami Kebenaran, Tuhan, maupun Wanita yang abisal
itu. Biarkan dirinya sendiri yang memunculkan dirinya melalui dirinya
dari dirinya sendiri, itulah yang dinasehatkan oleh Proffesor Choirul
Muttaqin, dan bersikaplah sopan pada Tuhan, Kebenaran, dan Wanita.