Laman

Rabu, 27 April 2016

Proffesor Dekaden#1: Nihilkan


Hai Proffesor Faozi yang dekaden Aku melihatmu begitu pilu menghadapi realitas ini. Bukankah aku telah mengatakan padamu kebutuhan akan pengakuan akan membuatmu mengalami neorisis dalam pikiranmu? Mengapa engkau begitu lemah hingga dirimu tidak mempercayai dirimu sendiri. Hai proffesor dekaden, Aku melihat kau masih bergantung pada apa yang diluar dirimu. Apa yang kau butuhkan? Uang, nilai yang bagus atau lainnya, Aku lebih estetis dari itu. Aku lebih berkuasa dari itu? Apakah kau tidak malu pada dirimu, betapa dirimu menilai begitu rendah dirimu? Penelitianmu masih bergantung pada uang, pada pengakuan, pada apa yang rendah itu? Mengapa tidak kau lakukan untuk dirimu sendiri, wahai proffesor yang lemah? Kau beralasan penelitanmu itu tanggung jawab, betapa lemahnya dirimu? Bagaimana jika kau bukan proffesor masihkah kau meriset? Masihkah kau lakukan itu? Lakukan untuk dirimu, wahai proffesor dekaden? Nihilkan, nihilkan yang diluar dirimu, hingga kau tahu betapa rendahnya apa yang ada diluar dirimu itu, wahai proffesor lemah, wahai proffesor dekaden, wahai proffesor yang otaknya sedang mengalami neorisis.