Susah fokus adalah yang
hal yang sering terjadi dalam hidupku, apa yang mempengaruhinya yah?
Aku sudah mencoba menggabungkan berbagai macam bidang keilmuan, tapi
penyakit ini tidak bisa kunjung sembuh. Hingga aku mempelajari
kedokteran holistik, neuroscience serta algoritma genetika. Mungkin
pikiran saya sedang mengalami tumor? Untuk itu aku diagnosa dahulu
pikiran saya.
Syndrome yang muncul
berupa tidak fokus dalam menghadapi situasi, dan sering berhayal,
itulah hal yang paling aku rasakan saat itu. Untuk memahami ini kita
lihat pathologi penyakit yang aku derita. Meninjau dari apa yang
dikatakan Heidegger, ada yang disebut sebagai Sein dan Sein Quo Sein,
dalam istilah ini Sein berarti adalah ada itu sendiri, sedangkan Sein
Quo Sein adalah ada tentang ada atau dalam hemat saya berarti
mengada-ada. Ada dalam pengertian Heiddeger adalah ada itu sendiri.
Saya tidak begitu bisa menjelaskan makna Heidegger karena katanya ada
adalah ada itu sendiri. Namun dalam kajian hermeneutika Heidegger,
mbah Heidegger menjeleskan bahwa memahami adalah sebuah perilaku
ontis untuk memahami ada itu sendiri, sehingga ada itu muncul. Ada
yang aku munculkan dalam persepsiku yang membuat diriku mengalami
tumor neuro adalah pemikiran tanpa perilaku yang ontis, atau dalam
artian memahami kurang mendalami apa aku kerjakan, hal ini
menimbulkan pikiranku kurang bisa fokus dalam mengerjakan sesuatu,
atau kondisi ini disebut sebagai Masturbasi Otak oleh Prof. dr.
Choirul Muttaqin, Ph. D. Masturbasi otak dalam perspektif ini bisa
saya tafsirkan sebagai kemalasan berfikir.
Setelah meninjau
pathologi dari penyakit tumor “Masturbasi Otak” ini, beberapa
metode penyembuhan aku sarankan untuk diriku sendiri. Yaitu, satu
menambah quantitas pengalaman, kedua, menambah olah raga otak untuk
mengurangi performa otak yang menurun akibat kemalasan berfikir
(Masturbasi Otak), ketiga, mengurangi makan, banyak makan akan
menyebabkan tubuh menjadi lembam (meningkatkan inersia), sehingga
akan meningkatkan kualitas berfikir. Tapi obat yang paling penting
adalah “Hidup Seutuhnya. ” wkwkwk.