Laman

Jumat, 22 April 2016

Neuro Onkologi


Susah fokus adalah yang hal yang sering terjadi dalam hidupku, apa yang mempengaruhinya yah? Aku sudah mencoba menggabungkan berbagai macam bidang keilmuan, tapi penyakit ini tidak bisa kunjung sembuh. Hingga aku mempelajari kedokteran holistik, neuroscience serta algoritma genetika. Mungkin pikiran saya sedang mengalami tumor? Untuk itu aku diagnosa dahulu pikiran saya.
Syndrome yang muncul berupa tidak fokus dalam menghadapi situasi, dan sering berhayal, itulah hal yang paling aku rasakan saat itu. Untuk memahami ini kita lihat pathologi penyakit yang aku derita. Meninjau dari apa yang dikatakan Heidegger, ada yang disebut sebagai Sein dan Sein Quo Sein, dalam istilah ini Sein berarti adalah ada itu sendiri, sedangkan Sein Quo Sein adalah ada tentang ada atau dalam hemat saya berarti mengada-ada. Ada dalam pengertian Heiddeger adalah ada itu sendiri. Saya tidak begitu bisa menjelaskan makna Heidegger karena katanya ada adalah ada itu sendiri. Namun dalam kajian hermeneutika Heidegger, mbah Heidegger menjeleskan bahwa memahami adalah sebuah perilaku ontis untuk memahami ada itu sendiri, sehingga ada itu muncul. Ada yang aku munculkan dalam persepsiku yang membuat diriku mengalami tumor neuro adalah pemikiran tanpa perilaku yang ontis, atau dalam artian memahami kurang mendalami apa aku kerjakan, hal ini menimbulkan pikiranku kurang bisa fokus dalam mengerjakan sesuatu, atau kondisi ini disebut sebagai Masturbasi Otak oleh Prof. dr. Choirul Muttaqin, Ph. D. Masturbasi otak dalam perspektif ini bisa saya tafsirkan sebagai kemalasan berfikir.
Setelah meninjau pathologi dari penyakit tumor “Masturbasi Otak” ini, beberapa metode penyembuhan aku sarankan untuk diriku sendiri. Yaitu, satu menambah quantitas pengalaman, kedua, menambah olah raga otak untuk mengurangi performa otak yang menurun akibat kemalasan berfikir (Masturbasi Otak), ketiga, mengurangi makan, banyak makan akan menyebabkan tubuh menjadi lembam (meningkatkan inersia), sehingga akan meningkatkan kualitas berfikir. Tapi obat yang paling penting adalah “Hidup Seutuhnya. ” wkwkwk.