Laman

Jumat, 22 April 2016

Onkologi Penelitian di Indonesia


Mengamati lemahnya penelitian di Indonesia, saya mencoba melakukan diagnosa dari penyakit tersebut. Penyakit ini ditandai dengan sedikitnya paper-paper yang muncul di luar negeri adalah produk dari Indonesia. Penyakit ini semakin menampakkan dirinya dengan bentuk banyaknya produk made in luar negeri, serta text book yang buatan luar negeri juga.
Untuk menganalisa sebuah tumor dalam Onkologi kita perlu memahami pathologi dari munculnya penyakit tumor tersebut. Sindrome yang telah saya sebutkan tadi merupakan interpretasi dari tumor dalam penelitian di Indonesia, dan tumor dalam penelitian itu merupakan salah satu indikasi bahwa pendidikan di Indonesia tidak sehat. Namun saya agak aneh, ketika saya mengikuti kuliah di Indonesia, bagi saya kualitas dosen entah itu dari MIT, Harvard, bahkan universitas-universitas di Indonesia pun bagi saya tidak memiliki deviasi kualitas yang besar. Jadi hipotesis saya adalah bukan pada tenaga pendidik yang menyebabkan penyakit tumor dalam penelitian di Indonesia.
Karena bukan dari tenaga pendidik, maka saya menduga pada sistem pendidikan. Namun kurikulum yang diberikan juga tidak jauh antara universitas luar negeri dan universitas dalam negeri. Akhirnya asumsi terbesar saya mengarah pada diri saya sendiri selaku pelajar di Indonesia, wkwkwk. Mahasiswa di Indonesia cenderung lebih suka mengimplemantasikan bidang keilmuannya dari pada memperdalam bidang keilmuannya. Hal ini dicirikan dengan analisa yang kurang kosmis dari mahasiswa-mahasiswa di Indonesia yang saya ajak diskusi. Seorang mahasiswa teknik terkadang lebih suka melakukan trial dan error untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidangnya. Seperti seorang engineer telekomunikasi (saya sendiri) yang mencoba melakukan trial dan error dengan OpenBTS atau OpenStack, untuk meningkatkan keterampilan dalam penggunaan perangkat telekomunikasi. Ngoprek adalah kebiasaan yang bagus, tapi ini tidak akan bisa mengobati penyakit tumor yang menjangkit di Penelitian di Indonesia, justru sikap ini akan membuat kita semakin mudah terdikte oleh teknologi asing.
Setelah menganalisa penyakit, layaknya seorang dokter maka saya mencoba melakukan operasi pada tumor tersebut. Tumor itu merupakan akibat dari kadar berlebihan dari sikap menutup diri dari segala yang berlainan dengan bidang kita. Akibatnya terjadi pembengkakan pada otot otak kita bagian kanan, sehingga akan mengurangi kita untuk bisa melakukan penetrasi pada sesuatu yang baru. Bersikap rendah hati pada bidang keilmuan lain bisa menjadi obat dari penyakit tumor ini. Saat kita berfikir bahwa mempelajari bidang keilmuan lain akan menghabiskan waktu itu benar, namun dalam Fisika Modern kita akan mendapatkan hasil pengamatan bergantung pada pengamatan kita, untuk itu jadikan bidang keilmuan lain sebagai alat untuk memperdalam bidang keilmuan kita, semacam mencari methode analisa baru, dengan keilmuan yang dalam penyakit tumor di Indonesia bisa diobati.