Mengamati lemahnya
penelitian di Indonesia, saya mencoba melakukan diagnosa dari
penyakit tersebut. Penyakit ini ditandai dengan sedikitnya
paper-paper yang muncul di luar negeri adalah produk dari Indonesia.
Penyakit ini semakin menampakkan dirinya dengan bentuk banyaknya
produk made in luar negeri, serta text book yang buatan luar negeri
juga.
Untuk menganalisa sebuah
tumor dalam Onkologi kita perlu memahami pathologi dari munculnya
penyakit tumor tersebut. Sindrome yang telah saya sebutkan tadi
merupakan interpretasi dari tumor dalam penelitian di Indonesia, dan
tumor dalam penelitian itu merupakan salah satu indikasi bahwa
pendidikan di Indonesia tidak sehat. Namun saya agak aneh, ketika
saya mengikuti kuliah di Indonesia, bagi saya kualitas dosen entah
itu dari MIT, Harvard, bahkan universitas-universitas di Indonesia
pun bagi saya tidak memiliki deviasi kualitas yang besar. Jadi
hipotesis saya adalah bukan pada tenaga pendidik yang menyebabkan
penyakit tumor dalam penelitian di Indonesia.
Karena bukan dari tenaga
pendidik, maka saya menduga pada sistem pendidikan. Namun kurikulum
yang diberikan juga tidak jauh antara universitas luar negeri dan
universitas dalam negeri. Akhirnya asumsi terbesar saya mengarah pada
diri saya sendiri selaku pelajar di Indonesia, wkwkwk. Mahasiswa di
Indonesia cenderung lebih suka mengimplemantasikan bidang keilmuannya
dari pada memperdalam bidang keilmuannya. Hal ini dicirikan dengan
analisa yang kurang kosmis dari mahasiswa-mahasiswa di Indonesia yang
saya ajak diskusi. Seorang mahasiswa teknik terkadang lebih suka
melakukan trial dan error untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam
bidangnya. Seperti seorang engineer telekomunikasi (saya sendiri)
yang mencoba melakukan trial dan error dengan OpenBTS atau OpenStack,
untuk meningkatkan keterampilan dalam penggunaan perangkat
telekomunikasi. Ngoprek adalah kebiasaan yang bagus, tapi ini tidak
akan bisa mengobati penyakit tumor yang menjangkit di Penelitian di
Indonesia, justru sikap ini akan membuat kita semakin mudah terdikte
oleh teknologi asing.
Setelah menganalisa
penyakit, layaknya seorang dokter maka saya mencoba melakukan operasi
pada tumor tersebut. Tumor itu merupakan akibat dari kadar
berlebihan dari sikap menutup diri dari segala yang berlainan dengan
bidang kita. Akibatnya terjadi pembengkakan pada otot otak kita
bagian kanan, sehingga akan mengurangi kita untuk bisa melakukan
penetrasi pada sesuatu yang baru. Bersikap rendah hati pada bidang
keilmuan lain bisa menjadi obat dari penyakit tumor ini. Saat kita
berfikir bahwa mempelajari bidang keilmuan lain akan menghabiskan
waktu itu benar, namun dalam Fisika Modern kita akan mendapatkan
hasil pengamatan bergantung pada pengamatan kita, untuk itu jadikan
bidang keilmuan lain sebagai alat untuk memperdalam bidang keilmuan
kita, semacam mencari methode analisa baru, dengan keilmuan yang
dalam penyakit tumor di Indonesia bisa diobati.