Laman

Jumat, 22 April 2016

Teknologi dan Manusia


Membaca buku Filsafat Teknologi : Don Idhe tentang Dunia, Manusia dan Alat karya Francais Lim yang diterbitkan oleh Kanisius yang terbit pada tahun 2008, memberikan tambahan tentang makna teknologi untuk para peneliti dan pengembang teknologi. Pemikiran Don Ihde memang terpengaruhi oleh pemikiran Martin Heiddeger dalam karya The Question Concerning Technology. Don Ihde membagi empat jenis perilaku kita terhadap teknologi yang akan kita bahas nanti.
Filsafat teknologi berkaitan dengan filsafat sains. Pertanyaan bagi para filsuf eropa yang bertanya apakah sains lebih pertama muncul ataukah teknologi yang lebih dahulu ketimbang teknologi. Dalam pemikiran Heiddeger, teknologi adalah sebuah perilaku ontis, untuk bisa memahami sains perlu perilaku ontis ini, refleksi terhadap perilaku ontis terhadap teknologi ini di tafsirkan Heiddeger sebagai sains. Dengan statement ini terlihat bahwa Heiddeger menyatakan bahwa teknologi mendahului sains. Martin Heidegger menjelaskan bahwa hubungan antara manusia dan teknologi merupakan sebuah keterhubungan secara kebertubuhan. Teknologi dimaknai sebagai proses kita untuk menjadi Dasein (ada di sana) dalam dunia. Perilaku ini menunjukan kebertubuhan sebagai perpanjangan tangan dari manusia tentang Dasein (Eksistensi) di dunia.
Idhe mendukung pemikiran Heidegger tersebut namun Ihde mengelompokan perilaku menjadi empat golongan hubungan antara manusia dan teknologi yaitu
  1. Kebertubuhan
    Hubungan kebertubuhan memiliki makna bahwa teknologi merupakan pemanjangan dari tubuh manusia, dalam hubungan ini kita akan melihat bahwa hubungan teknologi diamati sebagai diri dari manusia itu sendiri.
  2. Hermeneutis
    Hubungan manusia dengan teknologi secara hermeneutis meletakan teknologi sebagai kesatuan dari dunia dan manusia merupakan seorang pengamat dari sini kita melihat bahwa ada seperti subjek objek walau dalam hermeneutika Heiddeger tidak ada yang disebut subjek dan objek. Namun kondisi yang dijelaksan adalah pada kondisi reflektif dari hubungan teknolgi tersebut.
  3. Keberlainan
    Hubungan keberlainan antara teknolgi, manusia dan dunia dijelaskan secara terpisah. Aanalisa ini seperti kita mencoba membedakan apa perang teknolgi, manusia dan dunia.
  4. Latar Belakang
    Hubungan latar teknologi menjelaskan kepada kita untuk melihat kebutuhan manusia menggunakan teknologi untuk Dasein di dunia.
Hal yang menarik dari pemikiran Don Idhe adalah melihat bahwa teknologi tidaklah netral, teknologi memiliki hak otonom. Seorang pemikir yang saya lupa namanya mengatakan seperti berikut. Sebuah pistol ketika dia digunakan untuk membunuh maka pistol itu bersifat netral dan pistol itu tidak memiliki pengaruh pada proses pembunuhan, hanya sebagai Zuhandenes yang mati. Namun dalam pemikiran Don Idhe, Zuhandenes tersebut memiliki hak otonom untuk memberikan pemahaman bagi pengguna Zuhandenes tersebut. Dari sini kita melihat bahwa teknologi memiliki Geist (Roh) sendiri dalam pembentukan manusia. Kita juga bisa melihat bahwa teknologi bisa menghanyutkan manusia (membentuk pemikiran manusia). Dengan ini kita diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi sebagai Zuhandenes, manusia yang memiliki kehendak bebas dalam teknologi dengan alih-alih menggunakan teknologi menjadi terjajah dengan teknologi.
Don Idhe juga menyarankan dalam penelitian dan pengembangan haruslah disertai seorang filsuf untuk mengkonstruksi sebuah teknologi yang beretika. Sekarang ini banyak yang mengotakan filsuf sekadar untuk melakukan dalam analisa etis, namun ketika kita melihat bahwa teknologi bisa mengkonstruksi sebuah pemikiran, dan mampu menjajah para pengguna teknologi perlu adanya analisis yang lebih komprehensif dalam proses penelitian dan pengembangan teknologi.
Sumber :
  1. Lim, Francis. 2008. Filsafat Teknologi : Don Idhe Tentang Dunia, Manusia, dan Alat. Kanisius : Yogyakarta