Laman

Jumat, 22 April 2016

Penangguhan Kesimpulan


Kehidupan saya begitu kacau, saya mencoba menganalisa segala kegagalanku dengan beragam metode dan disiplin ilmu dari matematika yang saintifik hingga analisa psikologi. Alih-alih mendapatkan jawaban untuk angst yang ditimbulkan oleh beragam kegagalan saya dengan beragam disiplin ilmu jurtru membawa kekacauan yang lebih parah. Saya lumayan beruntung dipertemukan oleh Choirul Mutaqin, yang mencoba menganalisa masalah saya. Sarannya beragam mulai dari membunuh sang kekasih hati, hingga akhirnya saya mendapatkan solusi yang agak utopis namun cukup solutif, yaitu membaca buku. Saya memang hobi membaca buku, namun angst yang begitu besar membuat saya memaknai buku itu kurang berkelas. Hermeneutika adalah hal yang cukup membantu untuk cara saya membaca. Selain meningkatkan kuantitas saya membaca, hermeneutika juga meningkatkan kualitas saya dalam membaca teks, baik teks fisik maupun teks kehidupan.
Pemikiran yang tidak seimbang lebih bahaya dari pada penyakit itu sendiri, itulah yang dituliskan dalam buku Turning Point karya dari Fritjof Capra, in harmonia progressio, dalam keharmonisan kita melangkah kedepan, itulah slogan dari kampus tercinta. Namun progress yang saya selalu kejar tidak sampai pada tujuan, saya melupakan makna dari in harmonia itu sendiri. Dalam buku-buku kedokteran holistik juga telah membahas itu, namun sepertinya saya tidak begitu bisa menanamkan dalam diri saya. Setelah menonton American Beauty saya mulai memahaminya, terkadang penangguhan atas progress diperlukan untuk melangkah dalam harmonis. Saya pikir hanya pikiran saya yang mengidap penyakit gegabah ternyata teman-teman saya juga seperti itu. Agama yang dijadikan pelarian juga tidak bisa membantu, akibat melatih pikiran kita pada paradigma tentang warna putih bukan sebuah kesucian. Agama ditafsirkan sebagai alat menolak kejahatan dan menjunjung tinggi kebaikan, namun amputasi pada pemikiran ini membuat pemikiran saya tidak menerima diri saya yang dipenuhi oleh dosa. Dan sekarang saya lebih bisa memahami bahwa kesucian merupakan sebuah keseimbangan harmonis antara jahat dan baik, rajin dan malas agar kita bisa tumbuh dan belajar. Dari cerita di atas terlihat bahwa saya kurang liburan dan mencoba untuk menyelesaikan masalah tanpa pikiran yang sehat, penangguhan kesimpulan memiliki peranan penting disini.