Kehidupan saya begitu
kacau, saya mencoba menganalisa segala kegagalanku dengan beragam
metode dan disiplin ilmu dari matematika yang saintifik hingga
analisa psikologi. Alih-alih mendapatkan jawaban untuk angst yang
ditimbulkan oleh beragam kegagalan saya dengan beragam disiplin ilmu
jurtru membawa kekacauan yang lebih parah. Saya lumayan beruntung
dipertemukan oleh Choirul Mutaqin, yang mencoba menganalisa masalah
saya. Sarannya beragam mulai dari membunuh sang kekasih hati, hingga
akhirnya saya mendapatkan solusi yang agak utopis namun cukup
solutif, yaitu membaca buku. Saya memang hobi membaca buku, namun
angst yang begitu besar membuat saya memaknai buku itu kurang
berkelas. Hermeneutika adalah hal yang cukup membantu untuk cara
saya membaca. Selain meningkatkan kuantitas saya membaca,
hermeneutika juga meningkatkan kualitas saya dalam membaca teks, baik
teks fisik maupun teks kehidupan.
Pemikiran yang tidak
seimbang lebih bahaya dari pada penyakit itu sendiri, itulah yang
dituliskan dalam buku Turning Point karya dari Fritjof Capra, in
harmonia progressio, dalam
keharmonisan kita melangkah kedepan, itulah slogan dari kampus
tercinta. Namun progress yang saya selalu kejar tidak sampai pada
tujuan, saya melupakan makna dari in harmonia itu sendiri. Dalam
buku-buku kedokteran holistik juga telah membahas itu, namun
sepertinya saya tidak begitu bisa menanamkan dalam diri saya. Setelah
menonton American Beauty saya mulai memahaminya, terkadang
penangguhan atas progress diperlukan untuk melangkah dalam harmonis.
Saya pikir hanya pikiran saya
yang mengidap penyakit gegabah ternyata teman-teman saya juga seperti
itu. Agama yang dijadikan pelarian juga tidak bisa membantu, akibat
melatih pikiran kita pada paradigma tentang warna putih bukan sebuah
kesucian. Agama ditafsirkan sebagai alat menolak kejahatan dan
menjunjung tinggi kebaikan, namun amputasi pada pemikiran ini membuat
pemikiran saya tidak menerima diri saya yang dipenuhi oleh dosa. Dan
sekarang saya lebih bisa
memahami bahwa kesucian
merupakan sebuah keseimbangan harmonis antara jahat dan baik, rajin
dan malas agar kita bisa tumbuh dan belajar. Dari
cerita di atas terlihat bahwa saya kurang liburan dan
mencoba untuk menyelesaikan masalah tanpa pikiran yang sehat,
penangguhan kesimpulan
memiliki peranan penting disini.