Laman

Jumat, 22 April 2016

Saatnya Berlibur


Membaca karya Fredrich Nietzsche membuat kepala menjadi lebih berat. Beberapa hal menarik diungkapkan oleh Fredrich Nietzsche, seperti Boleh kita berputus asa, tapi kita tidak boleh menyerah, Cintailah yang jauh, Lelaki menyukai bahaya dan hiburan dan banyak lainnya. Tulisan Fredrich Nietzsche memang anti dekaden, hingga membunuh tuhanpun dilakukan untuk memperoleh kehendak yang lebih tinggi, walau saya menafsirkan bahwa tulisan aku yang lebih tinggi dalam tulisan Nietzsche sendiri adalah Tuhan. Yah, tidak bisa disalahkan memang, setiap orang memiliki jalannya masing-masing untuk bisa mencapai kesadaran Ilahiah, ada yang solat tiap malam, ada yang membaca tiap jam, ada juga yang menulis tidak jelas seperti saya.
Ketegangan otak setelah membaca buku Zaratustra memang tak bisa dihindari, apa lagi buku tersebut memberikan kita paradigma untuk tetap terus bergerak walau kedalaman penderitaan tak bisa dihindarkan. Stress berat, itulah efek yang wajar pastinya, menyimak film American Beauty dengan Abdul Haris Wirabrata dan Bernad, memberikan pandangan baru tentang produktifitas. Dalam film tersebut setiap orang bekerja keras untuk bisa tetap pada jalur yang produktif, namun alih-alih produktif justru menyebabkan kejenuhan luar biasa hingga sang pelaku utama membayangkan teman anaknya sendiri saat masturbasi. Dan sang istri tidak saja menjadi geram, juga membuatnya semakin memperkeruh keadaan, hingga saat dia melakukan pembunuhan pada suaminya sendiri, walau akhirnya dia menyadari bahwa suaminya memang benar-benar mencintai dirinya hingga dia menyesali perbuatanya. Liburan memang diperlukan untuk bisa semakin jernih dalam menganalisa sebuah permasalah agar kita tidak hanyut dalam kejenuhan hingga kita melakukan tindakan yang tidak perlu untuk diperbuat.