Laman

Jumat, 29 April 2016

Penelitian yang Sustain

Menilik ke penilitian di labseni yang cenderung terlalu bergantung pada dana penelitian. Beberapa hal akan berdampak pada peneltian di labseni, yaitu
  1. Penelitian akan mengalami kiamat.
    Pola kebergantungan pada dana menunjukan bahwa meneliti adalah sebuah implementasi dari kebutuhan untuk mendapatkan dana. Hal ini bertentangan dari tujuan penelitian itu sendiri. Penelitian akan cenderung mengarah pada konstruksi penelitian yang mengada-ada, ini sangat berbahaya, dengan begini penelitian di labseni akan menjauh dari kata subtil. Dan tidak akan mengeluarkan karya yang berarti. Konstruksi seperti ini juga tidak akan membuat penelitian di labseni menjadi sustan menilik bahwa labseni merupakan lembaga penelitian yang baru didirikan (start up).
  2. Penelitian akan membuat kemalasan meneliti.
    Kemalasan untuk meneliti adalah penyakit yang berbahaya untuk lembaga yang baru saja meneliti. Tentu saja, tanpa dana, tanpa kepercayaan dari masyarakat ini menjadi sebuah bencana yang mengerikan, hendaknya penelitian di labseni dikonstruksikan sebagai wadah untuk mengekspresikan diri, yaitu bisa disebut sebagai bersenang-senang.
Untuk mengatasi dampak dari penelitian di atas beberapa saya sarankan untuk proffesor Faozi.
  1. Menggunakan model penelitian asimetris
    Melihat penelitian di labseni yang masih kekurangan dana, maka pemikiran lurus dengan menjual penelitian ke masyarakat akan menurunkan kepercayaan masyarakat, dan karena memang belum memiliki kepercayaan masyarakat akan susah untuk bisa mengalirkan dana dari pemikiran lurus ini. Butuh sebuah paradigma yang lebih lateral, semisal menggunakan model penelitian yang asimetris. Dengan sebuah penelitian, diharapkan akan mendukung penelitian yang lainnya. Dan disini Proffesor diminta untuk terus belajar bukan dalam satu bidang keilmuan saja.
  2. Penelitan sebagai support kedalam lembaga lain.
    Menjadi sebuah lembaga penelitian yang lurus dan terlalu idealis akan mengakibatkan kurang diterimanya penelitian disebuah lembaga penelitan hal ini bisa diatasi dengan menggunakan penelitian sebagai pendukung dengan lembaga lain, misalnya penelitian ini dikonstruksikan untuk pembangunan perusahaan agromas (perusahaan di bidang agro bisnis), dengan ini penelitian ini akan menjadi lebih sustain karena memang penelitian ini dibutuhkan oleh beberapa lembaga lain semisal perusahaan atau pemerintahan.
  3. Bekerja sama dengan lembaga peneliti lain sebagai komplemen.
    Menjadi sebuah lembaga peneliti yang berdiri sendiri, ditakutkan akan tereleminasi oleh sistem evolusi penelitan yang berkembang di lingkungan peneliti. Hal ini bisa diatasi dengan bekerja sama dengan lembaga peneliti lain sebagai komplemen dari lembaga penelitian di labseni.
  4. Berkontribusi dalam bidang pendidikan.
    Pendidikan yang baik adalah salah satu faktor penelitian yang baik pula, untuk itu penelitian di bidang pendidikan perlu dilakukan oleh labseni, dengan begini perekrutan peneliti yang berkualitas akan menjadi lebih mudah, dan dengan begini para calon peneliti bisa lebih mempercayai labseni sebagai lembaga penelitian yang berkualitas. Namun perlu diingat, kita bisa menjadikan pendidikan ini sebagai bentuk asimetris, maksudnya pendidikan yang gratis untuk bisa mendukung penelitian di labseni, dengan mengatasnamakan kontribusi pendidikan untuk negeri, ini bisa membuat naiknya rating labseni dimasa masyarakat atau institusi lainnya.
Daftar Pustaka

  1. Wheelen, Thomas L. 2012. Strategic Management and Business Policy: Toward Global Sustainability. Pearson : Boston.
  2. Nietzsche, Fredrich. 2009. On the Genealogy of Morals : A Polemical Tract. Richer Resources Publicarion : Arlington, Virginia, USA.