Laman

Kamis, 25 Agustus 2016

Espresso


Espresso merupakan salah satu bahasan menarik di bulan ini. Perkenalan dengan kopi pahit ini memang cukup unik. Awalnya saya hanya memilih espresso karena harganya cukup murah di kafe sosio. Namun setelah menikmati kopi ini, Espresso adalah sebuah karya seni yang cukup menarik. Pahit tapi indah, begitu lah kejujuran, tapi begitulah Espresso. Awalnya saya fikir semua Espresso sama tapi ternyata tidak. Lain kafe, lain tingkat keindahannya. Minuman ini bukanlah sembarang minuman, apalagi hanya untuk obat haus, jelas bukan. Saya cukup heran dengan Espresso ini, saya mencoba mencari tahu sebenarnya siapakah dia.
Berkat teknologi telekomunikasi di kafe sosio, kita dapat mengakses internet. Bukan hanya menonton film saja, mendownload buku bajakan juga bisa. Berangkat dari hasrat meminang Espresso, saya mencari tahu sebenarnya siapakah dia?
Dalam Espresso Coffee : The Science of Quality, kopi memang menjadi salah satu komoditas dunia. Hal yang paling mengherankan bagi saya adalah “Mengapa orang yang menulis buku itu adalah beberapa Doktor MIT?” . Melanjutkan memabaca buku setebal 417 halaman ini memang cukup menarik. Di dunia ini ada 3 jenis kopi yaitu Robusta, Arabica dan Liberica. Namun hanya Robusta dan Arabika saja yang sering kita dengar, Liberica masih jarang karena memang produksi dunia hanya 1 % dari keseluruhan kopi.
Untuk membuat sebuah Espresso tidaklah semudah yang saya bayangkan, apalagi selama ini saya hanya menikmati kopi sachetan. Mulai dari penanaman, pemanenan, pengeringan, pengemasan, roasting, grinding, hingga pengepressan menjadi peran utama dalam menentukan keindahan cita rasa Espresso. Espresso sangat sensitif tentang hal itu. Dia akan ngambek jika prosesnya tidak berjalan dengan lancar. Ini memang sangat unik dan menyebalkan, tapi keunikan ini berpengaruh dalam proses penstimulasian otak. Apakah anda tahu jika sebagian besar negara pusat riset mengkonsumsi Espresso? Selain bisa mengurangi resiko bunuh diri akibat depresi, espresso juga memberikan konsentrasi dan atensi yang lebih dalam syaraf otak pusat, tak heran mengapa negara-negara maju mengkonsumsi Espresso. Dahsyatkan Espresso.
Ada sebuah kisah menarik tentang Espresso, seorang sastrawan nomer 1 Jerman Goethe pernah meminta kepada seorang Alchemist untuk bisa membuatkan minuman guna menawarkan kedahsyatan Espresso, setelah sekian lama akhirnya dia menemukan minuman baru yang disebut sebagai Cofae. Hmm, Espresso memang begitu sensasional. Anda mau coba? Rasakan kedahsyatannya di Kafe Socio.