Espresso merupakan salah
satu bahasan menarik di bulan ini. Perkenalan dengan kopi pahit ini
memang cukup unik. Awalnya saya hanya memilih espresso karena
harganya cukup murah di kafe sosio. Namun setelah menikmati kopi ini,
Espresso adalah sebuah karya seni yang cukup menarik. Pahit tapi
indah, begitu lah kejujuran, tapi begitulah Espresso. Awalnya saya
fikir semua Espresso sama tapi ternyata tidak. Lain kafe, lain
tingkat keindahannya. Minuman ini bukanlah sembarang minuman, apalagi
hanya untuk obat haus, jelas bukan. Saya cukup heran dengan Espresso
ini, saya mencoba mencari tahu sebenarnya siapakah dia.
Berkat teknologi
telekomunikasi di kafe sosio, kita dapat mengakses internet. Bukan
hanya menonton film saja, mendownload buku bajakan juga bisa.
Berangkat dari hasrat meminang Espresso, saya mencari tahu sebenarnya
siapakah dia?
Dalam Espresso Coffee
: The Science of Quality, kopi memang menjadi salah satu
komoditas dunia. Hal yang paling mengherankan bagi saya adalah
“Mengapa orang yang menulis buku itu adalah beberapa Doktor
MIT?” . Melanjutkan memabaca buku setebal 417 halaman ini
memang cukup menarik. Di dunia ini ada 3 jenis kopi yaitu Robusta,
Arabica dan Liberica. Namun hanya Robusta dan Arabika saja yang
sering kita dengar, Liberica masih jarang karena memang produksi
dunia hanya 1 % dari keseluruhan kopi.
Untuk membuat sebuah
Espresso tidaklah semudah yang saya bayangkan, apalagi selama ini
saya hanya menikmati kopi sachetan. Mulai dari penanaman, pemanenan,
pengeringan, pengemasan, roasting, grinding, hingga pengepressan
menjadi peran utama dalam menentukan keindahan cita rasa Espresso.
Espresso sangat sensitif tentang hal itu. Dia akan ngambek jika
prosesnya tidak berjalan dengan lancar. Ini memang sangat unik dan
menyebalkan, tapi keunikan ini berpengaruh dalam proses
penstimulasian otak. Apakah anda tahu jika sebagian besar negara
pusat riset mengkonsumsi Espresso? Selain bisa mengurangi resiko
bunuh diri akibat depresi, espresso juga memberikan konsentrasi dan
atensi yang lebih dalam syaraf otak pusat, tak heran mengapa
negara-negara maju mengkonsumsi Espresso. Dahsyatkan Espresso.
Ada sebuah kisah menarik
tentang Espresso, seorang sastrawan nomer 1 Jerman Goethe pernah
meminta kepada seorang Alchemist untuk bisa membuatkan minuman guna
menawarkan kedahsyatan Espresso, setelah sekian lama akhirnya dia
menemukan minuman baru yang disebut sebagai Cofae. Hmm, Espresso
memang begitu sensasional. Anda mau coba? Rasakan kedahsyatannya di
Kafe Socio.