![]() |
| Hume |
Cerita ini dimulai ketika kita mengamati batu yang melayang-layang diatas udara bersama dengan seorang anak kecil. Siapakah yang akan menjadi tersentak aneh melihat hal itu. Pasti orang dewasa akan lebih tersentak kagum melihat batu yang melayang-layang diatas udara. Hal ini bukanlah hal yang didasari atas pemikiran realitas kita terhadap kehidupan namun atas harapan bahwasannya tidak mungkin sebuah batu melayang-layang di atas udara.
Kebanyakan kita masih menyimpan kekaguman yang berlebihan akan sesuatu hal yang baru. Hal ini dipengaruhi oleh pemikiran kita yang mengharapkan sesuatu, dari kebiasaan yang telah terjadi. Iya, faktor kausalitas memang sebenernya dipengaruhi oleh harapan kita akan sesuatu, bukan realitas yang terjadi sesungguhnya.
Perspektif tentang melihat sesuatu dengan harapan sesungguhnya kita telah merubah objek dengan sesuatu menjadi apa yang pikiran kita inginkan. Saat kita melihat gelas kita kan langsung menilai bahwa itu adalah tempat minum, padahal untuk orang yang tidak pernah minum dengan gelas, semisal dia boker di dalam gelas, mungkin gelas tersebut akan terlihat seperti toilet.
Hume juga menjelaskan bahwa kehidupan ini terjadi secara probabilistik, tidak secara deterministik. Sebagian orang terkadang mengeneralisir sesuatu hal yang sebenernya tidak bisa di generalisir. Pemikiran Hume juga mengkritik tentang pemikiran kita yang sebenernya telah terkontaminasi oleh harapan yang kita tujukan, dan terkadang kita menanggapinya sebagai sebuah realitas.
