![]() |
| Bhineka Tunggal Ika |
Cerita ini bermula
dari Sartre yang mengeluarkan statement bahwa “Manusia adalah
neraka bagi manusia lainnya”, kalimat ini muncul karena Sartre
berargument bahwa manusia yang lain menjadi pembatas kebebasan bagi
manusia lainnya. Andaikan tidak ada orang lain seseorang bisa
berekspresi bebas. Itulah makna yang sepertinya ingin disampaikan
oleh Sartre.
Namun apakah benar
kebebasan yang dipahami Sartre tersebut, hal yang menarik sebenarnya
muncul dari seorang pemikir dari Indonesia, Muhaji Fikriono namanya.
Dia menjabarkan bahwa keikhlasan adalah kebebasan yang tertinggi. Dia
menjelaskan lagi bahwa dalam kehidupan ini keinginan merupakan
penjerat atau penjara bagi manusia itu sendiri.
Iwan Fals pernah
menyairkan lagu dalam judul “Seperti Matahari”, dia pernah
menuliskan bait syair seperti ini. Keinginan adalah sumber
penderitaan, tempatnya didalam fikiran. Dari sini kita bisa
mempelajari makna yang ingin di ajukan oleh Iwan Fals. Dan
dilanjutkan lagi, ingin bahagia, derita didapat, karena ingin sumber
derita.
Kebebasan merupakan
sesuatu yang bisa dikatakan diagungkan oleh bangsa Liberal, khususnya
negara-negara barat. Namun sebenarnya mengapa nilai kebebasan itu di
hargai lebih oleh bangsa barat tersebut. Iyah, Pluralisme atau
kebebasan berfikir. Pemikiran yang terbatas menciptakan pencapaian
yang terbatas pula. Walau kisah di barat tidak se tenang di timur. Di
barat pernah bermunculan zaman kegelapan, zaman renaisanche, zaman
modern, zaman industri, namun mereka menyadari bahwa sikap menolak
kebebasan berfikir merupakan salah satu penghambat perkembangan
zaman. Kebebasan berfikir (Pluralisme) memang diperlukan, guna
mencapai kebijaksanaan yang lebih matang.
Kalau kata Bapak
Profesor di Masjid Salman, Kebebasan akan mendatangkan tanggung
jawab. Dan tanggung jawab adalah salah satu modal untuk menjadi
pemimpin. Untuk itu seorang pemimpin di negeri ini pun harus memiliki
jiwa yang merdeka dan dengan jiwa yang merdeka itu akan menjadi insan
yang bertanggung jawab. Itulah yang saya sebut sebagai sofokrasi,
sebuah negara yang kebikjasaanya diambil dari sebuah hikmah.
