![]() |
| Bangunan 10 MIT |
Saya mulai agak aneh melihat universitas besar seperti MIT ataupun Harvard mengikuti sebuah kompetisi. Mereka seakan tidak berminat untuk berkompetisi. Namun setelah saya telusuri lebih lanjut saya akhirnya memahami bahwa mereka tidaklah sedang memburu prestasi. Saya melihat mereka memburu sesuatu yang lebih menarik. Setelah saya pelajari lebih lanjut, yang dipublikasikan oleh mereka bukanlah sesuatu pencapaian dari hasil kompetisi. Mereka menganggap setiap Universitas itu sebagai sesuatu yang sama. Maksudnya kekalah ataupun kemenangan dari Universitas yang lain bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Mereka cenderung mencari sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang banyak, atau mendalami dirinya untuk mencari ide yang lebih cemerlang.
Lebih berseni, itu yang aku tangkap dari mereka. Saat aku memahami perkuliahan tentang teknologi. Saya menyadari seberapun kita mampu menguasai teknologi. Kita hanyalah seorang pengguna teknologi. Seni memungkinkan kita untuk melakukan penciptaan, atau kalau bahasa seninya itu sebuah pengekspresian. Dari pada apa yang aku pelajari selama ini. Mereka cenderung belajar bukan untuk menguasai sebuah teknologi, tapi sebuah pengekspresian diri. Bentuk pengekspesian diri mereka ada dalam bentuk teknologi tulisan maupun sebuah trobosan.
Ini menarik, saat negara ini cenderung sebagai penguasa teknologi. Ha ha ha, negara seperti Jerman, Amerika, maupun negera maju lainya dalam bidang teknologi, mereka hakikatnya bukanlah menguasai teknologi, namun mereka berhasil mengekspresikan diri mereka dalam bentuk teknologi, tulisan, maupun trobosan.
Tentang seni, kita sering menganggap remeh kata "Seni", padahal sejatinya seni itulah sendiri yang menciptakan teknologi. Jadi sebenernya seorang engineer itu adalah Penguasa teknologi. Namun sejatinya seniman itu adalah pencipta teknologi. Teknologi maupun sains adalah sebuah karya seni, namun orang lebih suka memonopoli bahwa seni itu semata tentang lukisan, tarian, maupun musik. Jika sebuah negara ingin maju di bidang teknologi, sebaiknya negara tersebut merubah paradigma tentang seni yang sesungguhnya. Fisika, Matematika mapun yang lainyapun itu juga seni, dan teknologi itu adalah karya seninya.
