Laman

Selasa, 15 Desember 2015

Membangun dari Kesejatian


Membangun dari Kesejatian

Kita sering melihat dari negara-negara maju, bahwa mereka memiliki perekonomian yang kuat, teknologi yang tinggi, maupun pendidikan yang tinggi. Namun pernahkah kita mendalami lebih lanjut negara-negara tersebut, seperti halnya Jerman, Inggris, Perancis dan sebagainya. Saat kita kita meninjau negara-negara besar (yang dalam benak orang umum walaupun aku tidak mengakuinya secara total). 

Umumya orang berfikir bahwa negara maju mengembangkan pendidikannya terlebih dahulu, ekonominya terlebih dahulu, maupun teknologinya terlebih dahulu. Padahal yang membuat mereka maju adalah konsistensi mereka menjalani nilai yang mereka anut, atau yang disebut sebagai kesejatian. Anda mungkin tidak percaya, tapi coba kita lihat dari Yunani dahulu, Yunani menjadi negara yang paling maju dizamannya karena banyak pemikir-pemikir yang mendalami ilmunya, itulah yang dinamakan proses mencari kesejatian. Nilai yang sejati membuatnya tetap melangkah dengan konsisten apa yang harus dia lakukan. Hal ini menginspirasi orang untuk mengikuti kebudayaan orang yang telah mencapai kesejatian, maka dari itu negara itu menjadi anutan oleh negara lainnya.

Contoh kasus lagi Jerman, sekarang Jerman menjadi salah satu kiblat dari perkembangan teknologi. Namun berkaca dari Jerman, Jerman merupakan negara yang kalah perang di perang dunia ke dua. Namun apa yang menyebabkan negara ini sekarang menjadi kiblat teknologi? Jerman tetap konsisten menjalani kehidupannya dengan nilai-nilai yang dianutnya sepeninggalan Hitler. Iyah mungkin terkesan arogan, namun ketidak bergantungan mereka terhadap negara lain merupakan salah satu dampak dari kesejatian yang mereka peroleh setelah melakukan kontemplasi-kontemplasi yang mendalam dalam berbangsa dan bernegara.

Contoh yang paling dekat dengan kita adalah Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW, mengalami kegelisahan saat bangsanya menjadi semakin terpuruk dalam kegelapan. Dia mencari kesejatian melalui Uzlah(semacam semedi dalam agama Hindu). Beliau menemukan kesejatiannya dalam kehidupan ini. Walau pada awalnya banyak yang menentang dirinya, namun kesejatian membuatnya konsisten menjalankan nilai-nilai yang dia bawa.

Dan para pemikir itu, pemikirannya dituliskan dalam bentuk tulisan. Seperti Nabi Muhammad SAW, yang terkenal dengan Al-Qur'an dan hadis, Nabi Musa dengan tauratnya dan sebagainya. 

Pemikiran dengan Tulisan


Dengan tulisan kita bisa saling membagi pengetahuan kita, sehingga kita akan bisa mampu mencapai kesejatian kita dalam waktu yang lebih singkat. Pemikiran yang dituliskan dalam tulisan, akan menjadi sejarah dan dipelajari dalam generasi berikutnya. Untuk itu mulailah membuat tulisan. Dan mari bangun negeri ini mulai dari kesejatian. Agar negara ini tidak bergantung lagi dengan bangsa-bangsa lainnya. Jika anda berminat, anda bisa bergabung dengan rahvanafaozi.com untuk menyampaikan ide-ide atau gagasan untuk membangun negeri ini. Negeri yang memiliki kesejatiannya. 

Contak : Facebook , Twitter, Gmail