Laman

Jumat, 25 Desember 2015

Kontemplasi Jurnal Sistem Informasi dan Telekomunikasi

Sistem Informasi

Setelah saya membaca buku Pembangunan Sistem Informasi dan Telekomunikasi, ada hal menarik yang saya akan tuliskan di sini. Buku tersebut merupakan sebuah jurnal dari pertemuan yang di hadiri oleh beberapa orang legendaris seperti Iskandar Alisyahbana, maupun Onno W. Purbo. Yang menarik dari hal tersebut adalah seseorang yang saya lupa namanya memberikan sambutan dan ada kalimat yang beliau utarakan bahwa “Kunci Pembangunan bukanlah pada uang yang dipegang oleh sebagian orang namun pada informasi yang tersebar secara menyeluruh.”

Project peluncuran satelit palapa merupakan hal mengesankan dan menjadi prestasi negeri ini karena Indonesia menjadi salah satu negara peluncur satelit yang pertama. Padahal hasil kerjasama dengan Belanda ini pernah ditentang oleh pemerintah Indonesia sendiri yang dahulu di kuasai oleh Soeharto.

Namun uniknya kini, ketika informasi menyebar, seolah Indonesia mengalami deskonstruksi pembangunan. Mulai dari kelaparan pengangguran atau sebagainya. Bagaimana ini bisa terjadi?
Padalah menurut konferensi tersebut tersebarnya informasi merupakan kunci dari pembangunan itu sendiri?

Iyah, informasi yang disebarkan itulah sekarang yang menjadi masalah. Kebanyakan media menyampaikan sesuatu yang membuat bangsa ini semakin konsumtif. Tujuannya sederhana, yaitu memperoleh uang. Sekarang ini informasi di Indonesia dikapitalisasi uang. Maksudnya orang yang mecari uang lalu memanfaatkan informasi sebagai alatnya. Lagi-lagi masalah mental, kalau jaman dahulu orang mendewakan kebebasan untuk bisa merdeka dari rezim Soeharto. Namun, kalau sekarang orang mendewakan uang supaya hidup lebih nyaman di masa depan. Setidaknya cukup sampai mati, atau anak cucu kelak. Sikap inilah yang membuat negeri ini semakin descontruktif akibat apatisme masyarakat yang akan terus melakukan kapitalisasi untuk memperoleh kenyamanan. Negara ini mungkin sudah merdeka dari penjajahan Belanda, Jepang, maupun Soeharto. Tapi masalahnya apakah bangsa ini sudah bebas dari kenyamanan (Uang atau Kekuasaan) ?