![]() |
| Surat dan Tinta |
Ini merupakan surat Ibnu Araby yang tercantum dalam kibat Futuhat al Makkiyat jilid yang ke empat.
Inilah surat wejangan dan permohonan yang kami tulis untuk Sultan Galib Keykavus, penguasa Rumelia dan Grecia. Untuk menjawab suratnya pada tahun 609 Hijriah.
Semoga Allah melanggegnkan keadilan Sultan Galib Biemtullah Izzedin. Pemerintahan tanpa keadilan akan menimbulkan ketidakbahagiaan di antara rakyat. Mereka yang berkuasa tidak boleh menindas bawahan mereka; sebaliknya, mereka harus menganggap diri sebagai pelayan yang berupaya memenuhi perintah rakyat. Sultan bersikeras mengundang kami ke istananya, tetapi rumah kami adalah pondokan darwis dan khanakah, bukan istana. Sultan menjabarkan kedaulatan harta benda dengan kata "Beka", tetapi kami berkata, "Pernahkah kau mengalami hari yang tidak berubah menjadi malam?" Kami mendoakan keadilan Sultan. Sejauh waktu dipertimbangkan olehnya Sultan tidak boleh lupa bahwa ia hanyalah bayang-bayang Allah yang dijatuhkan diatas khalayak. Perkembangan kekuasan dan kekayaan tidak boleh menuntunnya pada kesombongan dan keangkuhan.
Orang yang paling menderita adalah mereka yang menilai diri mereka terlalu tinggi. Tugas Sultan adalah melindungi mereka yang terzalimi dari tiran. Beliau tidak pernah boleh lupa bahwa, seandainya pun manuisa menyembunyikan sesuatu dari dalam dirinya, Allah akan mengungkapkannya kepada semua orang, cepat atau lambat. Dunia hanyalah mimpi dan harta benda ragawi milik dunia adalah mimpi dalam mimpi, yang dikenal sebagai kekhawatiran yang tidak berdasar. Kuharap Sultan berjuang menghormati mereka yang percaya dan takluk pada kemahakuasaan Allah. Aku akan menyampaikan gagasan-gagasanku mengenai pemerintahan dalam risalah terpisah.
Surat Ibnu Arabi itu menarik untuk diambil hikmahnya.
Sumber :
Yalsizucanlar, Sadik. 2015 . Sang Musafir . Bandung : Mizan
